LUMAJANG —Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan Pertemuan Analisis Hasil PIS-PK Terintegrasi Tingkat Kabupaten Lumajang yang dihadiri oleh sebanyak 40 orang dari penanggungjawab PIS-PK dan Tim Kesehatan Keluarga (KS) Kabupaten Lumajang.
PIS-PK sendiri merupakan singkatan dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Indah Kusuwamati, S.Si., Apt, menjelaskan bahwa perkembangan jumlah keluarga sehat di Kabupaten Lumajang masih tergolong lambat.
“Meskipun ada kenaikan capaiand ari tahun 2021 ke 2023, namun angka tersebut masih tergolong rendah. Masih banyak ditemukan keluarga yang belum masuk dalam kategori sehat. Kita perlu mencari tahu hambatan dalam pelaksanaan intervensi PIS-PK,” ujar dia saat membuka kegiatan ini di ruang pertemuan Dinkes P2KB.
Ia menyampaikan berdasarkan data yang ada, salah satu hambatan yang terlihat adalah belum melakukan update data, intervensi yang dilakukan belum masuk data aplikasi dikarenakan aplikasi yang sering error.
“Mengingat hal tersebut, maka perlu kita temukan strategi baru untuk meningkatkan komitmen dan capaian Indeks Keluarga Sehat (IKS) sampai dengan akhir tahun 2023,” lanjutnya
Menurutnya, peningkatan capaian bisa diupayakan dengan akselerasi intervensi keluarga bermasalah secara terintregrasi dan berkesinambungan.
“Dengan diadakannya kegiatan ini, saya harap dapat tercipta strategi pelaksanaan monitoring dan evaluasi PIS-PK untuk optimalkan kegiatan PIS-PK di tahun 2023,” tutupnya. (Dinkes P2KB)