Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang tidak bisa dipisahkan dari dukungan keluarga. Dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, peran keluarga tidak kalah penting dibandingkan tenaga kesehatan, karena keberhasilan pemulihan sangat dipengaruhi oleh perhatian dan kepedulian orang terdekat.
Sebagai upaya memperkuat peran tersebut, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang bersama Puskesmas setempat menggelar kegiatan edukasi dan workshop perawatan keluarga bagi ODGJ berat bertempat di SMK Muhammadiyah Lumajang (26/08). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga dalam memberikan dukungan yang tepat, mulai dari kepatuhan minum obat, pemantauan kondisi pasien, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi krisis.
“Perawatan ODGJ berat bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Keluarga memiliki peran vital sebagai pendukung utama pasien di rumah,” ujar Ners Heni, perawat spesialis kejiwaan yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
Selain pemaparan materi, peserta juga dilatih mengenai tata cara perawatan serta komunikasi terapeutik untuk mendukung kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Tenaga kesehatan puskesmas dan kader desa turut dilibatkan agar dapat menjadi penghubung yang efektif antara pasien, keluarga, dan layanan kesehatan.
Salah satu peserta, Ibu Srini, keluarga pasien ODGJ berat, menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan ini. “Dulu kami bingung bagaimana merawat anak kami. Setelah mendapat arahan langsung dari tenaga kesehatan, kini kami lebih paham dan tahu kapan harus mencari bantuan,” tuturnya.
Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas, pengurangan stigma, serta peningkatan kualitas hidup ODGJ berat di masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin sebagai bentuk pendampingan berkesinambungan bagi keluarga dan pasien.
Dengan kolaborasi erat antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat, diharapkan ODGJ berat dapat memperoleh dukungan yang layak untuk kembali hidup lebih sehat, mandiri, dan bermartabat.