Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

11 November 2025   208 kali  
Pentingnya Kesehatan Mental Pada Pekerja Perempuan Demi Tingkatkan Produktifitas
Pentingnya Kesehatan Mental Pada Pekerja Perempuan  Demi Tingkatkan Produktifitas

Di tengah dinamika dunia kerja modern, isu kesehatan mental kian mendapat perhatian sebagai salah satu faktor penting penentu produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis pekerja tidak hanya dipengaruhi oleh beban tugas, tetapi juga oleh lingkungan sosial, budaya organisasi, dan peran di luar pekerjaan. Dalam konteks ini, pekerja perempuan menjadi salah satu kelompok yang menghadapi tantangan lebih kompleks.

Kesadaran terhadap kesehatan mental pekerja perempuan terus menjadi sorotan, seiring meningkatnya tuntutan pekerjaan dan tekanan sosial di berbagai sektor. Laporan dan kajian ilmiah mencatat bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami stres, kecemasan, serta kelelahan emosional (burnout), terutama akibat peran ganda yang mereka jalankan. Di satu sisi, perempuan dituntut profesional dalam pekerjaan; di sisi lain, mereka tetap memikul tanggung jawab domestik di rumah. Kombinasi kedua peran ini kerap menimbulkan tekanan berlebih yang dapat memengaruhi performa kerja, kesehatan fisik, dan hubungan sosial.

Pakar kesehatan kerja mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental pada pekerja perempuan, antara lain:

·      Jam kerja panjang dan beban tugas yang tidak sebanding

·      Keterbatasan dukungan institusi, termasuk kurangnya program kesejahteraan mental

·      Kesenjangan gender seperti diskriminasi, pelecehan, dan ketidaksetaraan kesempatan karier

·      Tanggung jawab domestik yang tinggi, khususnya bagi perempuan yang telah berkeluarga

·      Minimnya waktu istirahat serta kurangnya kesempatan untuk self-care

Sebagai respons, pemerintah dan berbagai organisasi mendorong perusahaan untuk menerapkan kebijakan yang lebih ramah gender dan lebih mendukung kesehatan mental pekerja. Upaya tersebut mencakup penyediaan employee assistance program (EAP), layanan konseling, fleksibilitas jam kerja, cuti kesehatan mental, serta pelatihan manajemen stres. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga produktivitas serta memperkuat kondisi psikologis pekerja perempuan sehingga tetap sehat, aman, dan berdaya.

Banyak Dibaca

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 1658 kali Baca...




PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 781 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 393 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 244 kali Baca...
CALL CENTER QLOLA BRI
09 Juni 2026 23 kali Baca...
Aktivasi Token Qlola BRI
02 Juni 2026 16 kali Baca...
cara aktivasi qlola ib token
03 Juni 2026 14 kali Baca...
cara aktivasi qlola ib token
03 Juni 2026 14 kali Baca...
BAB 2: Cara Reaktivasi QLola
02 Juni 2026 13 kali Baca...
cara aktivasi qlola ib token
02 Juni 2026 12 kali Baca...
Call Center PT Syaftraco
15 Juni 2026 4 kali Baca...
CARA AKTIVASI QLOLA BRI
11 Juni 2026 4 kali Baca...
CARA AKTIVASI QLOLA BRI
11 Juni 2026 3 kali Baca...
CARA AKTIVASI QLOLA BRI
11 Juni 2026 3 kali Baca...