Dalam rangka meningkatkan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan jiwa remaja, Puskesmas Pasrujambe bekerja sama dengan pihak sekolah melaksanakan Skrining Kesehatan Jiwa bagi siswa Sekolah Dasar di SDN Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe (22/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat deteksi dini masalah kesehatan mental sejak usia sekolah.
Pelaksanaan skrining difokuskan pada identifikasi risiko depresi dan risiko kecemasan (anxiety) yang kerap dialami oleh remaja dan anak usia sekolah dasar. Skrining menggunakan instrumen MMYS (Mini Mind Years Scale) yang telah terintegrasi dengan sistem Satu Sehat dan SIMKESWA, sehingga data dapat terdokumentasi secara akurat dan terpadu.
Tim kesehatan dari Puskesmas memberikan pendampingan langsung kepada siswa untuk memastikan proses pengisian kuesioner berjalan lancar dan setiap pertanyaan dipahami dengan baik oleh peserta. Selain itu, petugas kesehatan juga menyampaikan penyuluhan singkat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali gejala gangguan jiwa ringan, serta langkah yang dapat dilakukan saat menghadapi tekanan psikologis.
Peran guru Bimbingan Konseling (BK) dan guru UKS turut mendukung kelancaran kegiatan melalui pendampingan dan pemantauan terhadap siswa yang berpotensi memerlukan tindak lanjut. Siswa yang ditemukan memiliki risiko akan mendapatkan intervensi lanjutan sesuai kebutuhan, baik berupa konseling, rujukan, maupun edukasi lebih mendalam dari Puskesmas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah dapat menjadi lingkungan yang semakin peduli dan responsif terhadap kesehatan mental, sehingga mampu mendukung tumbuh kembang remaja dan anak secara optimal. Puskesmas Pasrujambe berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan generasi yang sehat secara fisik maupun mental.