Remaja merupakan aset bangsa yang akan menjadi motor penggerak pembangunan dan kemajuan negara di masa depan. Untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing tinggi, tidak hanya kesiapan intelektual yang perlu diasah, melainkan juga ketahanan fisik dan derajat kesehatan yang optimal. Namun, dinamika modernisasi saat ini membawa tantangan baru berupa pergeseran tren Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mulai banyak ditemukan pada usia produktif. Pola hidup yang kurang sehat, minimnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta kebiasaan begadang menjadi pemicu utama yang harus diintervensi sejak dini.
Sebagai langkah nyata dalam mengawal kesehatan remaja, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Skrining PTM bagi Siswa SMK 1 Pasirian. Agenda yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 ini bertempat di Aula SMK 1 Pasirian, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) SMK 1 Pasirian.
Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. skrining yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, serta Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk memantau risiko obesitas, pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, hingga skrining anemia. Selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan wawancara mendalam terkait faktor risiko perilaku hidup sehari-hari para siswa.
Guna memberikan pemahaman yang berkesenambungan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi edukasi kesehatan. Para pelajar diberikan bimbingan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, memahami bahaya merokok, serta strategi mencegah hipertensi sejak usia muda.
"Intervensi kesehatan tidak boleh terlambat. Melalui momentum hari ulang tahun sekolah ini, kita ingin mendekatkan layanan pemantauan kesehatan langsung ke tengah-tengah para siswa. Skrining PTM ini sangat penting agar anak-anak kita mengetahui kondisi tubuh mereka lebih awal. Jika ditemukan adanya faktor risiko, intervensi berupa perbaikan pola hidup bisa segera dilakukan. Kami ingin memastikan bahwa pelajar di Lumajang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki fisik yang bugar dan bebas dari ancaman penyakit kronis," ujar Ketua Tim Penyakit Tidak Menular, Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang.
Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinkes P2KB optimis bahwa melalui kegiatan skrining kesehatan sekolah yang dilakukan secara masif, kesadaran generasi muda terhadap pentingnya gaya hidup sehat akan meningkat secara signifikan. Pengenalan dini terhadap kondisi kesehatan mandiri menjadi modal utama dalam mencetak generasi emas yang berkualitas.