Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

01 Agustus 2025   559 kali  
Dinas Kesehatan P2KB Lumajang Gencarkan Deteksi Dini Hipertensi, Targetkan Pengendalian Kasus Tahun 2025
Dinas Kesehatan P2KB Lumajang Gencarkan Deteksi Dini Hipertensi, Targetkan Pengendalian Kasus Tahun 2025

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang terus memperkuat implementasi program prioritas nasional di bidang penyakit tidak menular (PTM), khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Fokus kegiatan ini mencakup peningkatan akses layanan kesehatan, deteksi dini, serta edukasi kepada masyarakat guna menurunkan beban PTM dan meningkatkan derajat kesehatan.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan skrining dan pengelolaan hipertensi (1/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi capaian dan kualitas layanan di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas, Pustu, Ponkesdes, dan Posyandu ILP.

Deteksi dini PTM dilakukan melalui wawancara risiko serta pemeriksaan status gizi, tekanan darah, dan kadar gula darah kepada semua pengunjung fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk menemukan kasus PTM sejak dini, khususnya hipertensi dan diabetes melitus (DM), serta memastikan penanganan tepat bagi kasus yang ditemukan.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis di mana tekanan darah secara konsisten berada di atas 140/90 mmHg. Meskipun kerap tidak menunjukkan gejala, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Beberapa gejala yang bisa muncul antara lain sakit kepala, pusing, rasa tegang di tengkuk, kelelahan, sesak napas, dan nyeri dada.

Penanganan hipertensi di puskesmas dilakukan sesuai standar, yakni melalui pemantauan tekanan darah minimal satu kali per bulan, pengobatan farmakologi, edukasi non-farmakologi, dan konseling kepatuhan terapi. Edukasi yang diberikan mencakup pengurangan konsumsi garam, berhenti merokok dan minum alkohol, peningkatan aktivitas fisik, pengaturan pola makan, istirahat cukup, serta pengelolaan stres.

Berdasarkan data dari aplikasi Sipptimewa hingga Juni 2025, terdapat 57.179 penderita hipertensi di Kabupaten Lumajang. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 7.548 kasus dapat dikendalikan hingga akhir tahun. Pengendalian dimaknai sebagai kondisi di mana tekanan darah penderita tetap terjaga dalam batas normal, sehingga kualitas hidup tetap baik dan risiko komplikasi berkurang.

Untuk menekan risiko komplikasi, Puskesmas juga memberikan layanan skrining lanjutan bagi penderita berusia di atas 40 tahun, berupa pemeriksaan jantung (EKG), profil lipid untuk deteksi stroke, serta pemeriksaan ureum dan kreatinin guna mengetahui fungsi ginjal. Seluruh layanan ini diberikan secara gratis.

Sebagai upaya pencegahan sejak dini, Kementerian Kesehatan menetapkan target cakupan skrining hipertensi sebesar 70% dari penduduk usia 15 tahun ke atas. Di Kabupaten Lumajang, target tersebut setara dengan 644.188 jiwa. Hingga Juni 2025, skrining telah dilakukan terhadap 348.961 orang atau sekitar 54,16% dari target.

Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan cakupan skrining dan pengendalian hipertensi melalui sinergi lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta keterlibatan aktif masyarakat. Harapannya, upaya deteksi dini dan pengelolaan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Masyarakat pun diimbau untuk lebih peduli terhadap kesehatan, rutin memeriksakan tekanan darah, dan menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah utama dalam pencegahan hipertensi.

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 748 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 746 kali Baca...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 680 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 351 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 202 kali Baca...