Data yang akurat dan mutakhir merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan publik yang efektif dan tepat sasaran. Dalam era transformasi digital saat ini, pengelolaan informasi yang terintegrasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan, khususnya dalam lingkup kependudukan dan pembangunan keluarga. Tanpa dukungan data yang valid, intervensi program pemerintah di lapangan akan sulit mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola sistem informasi menjadi prioritas strategis guna memastikan setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada realitas objektif di tengah masyarakat.
Sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pengelolaan informasi tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) pada Selasa, 5 Mei 2026. Bertempat di Ruang Pisang Raja Dinkes P2KB, kegiatan ini difokuskan bagi para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai garda terdepan pengelola data kependudukan daerah.
Agenda evaluasi ini bertujuan untuk membedah pelaksanaan SIGA di tingkat lapangan serta mengidentifikasi berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis, yang dihadapi petugas saat proses input dan pemutakhiran data. Melalui diskusi interaktif, para peserta saling berbagi pengalaman serta praktik terbaik (best practices) guna merumuskan strategi peningkatan akurasi, kelengkapan, dan ketepatan waktu pelaporan.
Langkah perbaikan ini sangat krusial mengingat SIGA merupakan instrumen utama dalam memantau capaian program serta menjadi dasar evaluasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kabupaten Lumajang.
Kepala Bidang P2KB Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, saat membuka secara, menekankan peran vital PKB/PLKB sebagai ujung tombak pelaporan data.
"Sistem Informasi Keluarga (SIGA) memiliki peran yang sangat strategis sebagai basis data utama dalam mendukung perencanaan hingga evaluasi pembangunan keluarga. Saya sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan PKB/PLKB yang selama ini bekerja keras di lapangan. Namun, tantangan ke depan menuntut kita untuk lebih optimal dalam pemanfaatan teknologi ini agar kebijakan yang kita ambil benar-benar tepat sasaran. Mari kita pastikan setiap data yang terinput adalah data yang valid dan terpercaya, karena dari sanalah keberhasilan program berkelanjutan kita bermula," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis bahwa melalui penguatan kapasitas tenaga lini lapangan ini, kualitas basis data kependudukan di Kabupaten Lumajang akan semakin berkualitas dan akuntabel. Dengan sinergi yang kuat dan pemahaman teknologi yang mumpuni, diharapkan keberhasilan program Bangga Kencana dapat tercapai secara berkelanjutan.