Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lumajang. Penyakit ini dikenal sebagai pembunuh senyap karena sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga pengobatannya menjadi lebih sulit dan mahal. Padahal, kanker serviks dapat dicegah dan bahkan dieliminasi melalui upaya deteksi dini yang tepat dan berkualitas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap target global eliminasi kanker serviks, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) Skrining HPV DNA, yang berlangsung pada 8–9 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh dokter dan bidan pengelola dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Lumajang.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dalam melakukan skrining kanker serviks dengan metode berkualitas tinggi, yaitu HPV DNA test, sebagai langkah nyata menuju eliminasi kanker serviks tahun 2030.
Data skrining kanker serviks di Kabupaten Lumajang selama ini masih menggunakan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Hasilnya menunjukkan:
|
Tahun |
Jumlah Skrining IVA |
Positif |
Curiga Kanker |
Dirujuk |
|
2023 |
2.757 |
22 kasus |
3 kasus |
12 kasus |
|
2024 |
3.347 |
22 kasus |
2 kasus |
6 kasus |
|
2025 (s.d. Mei) |
1.777 |
1 kasus |
1 kasus |
1 kasus |
Rangkaian Kegiatan OJT diantaranya yaitu
Hari Pertama, peserta mendapatkan materi tentang:
a. Kebijakan nasional penanggulangan kanker serviks
b. Teknik deteksi dini menggunakan HPV DNA
c. Teknik pengemasan dan pengiriman sampel
d. Sistem pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi NAR
Hari Kedua, peserta melakukan praktik langsung pengambilan sampel HPV DNA (co-testing IVA) serta teknik pengemasan sampel di Puskesmas Rogotrunan.
Narasumber kegiatan ini meliputi:
1. Citra Ervina – Dinkes Provinsi Jawa Timur
2. dr. Dyan Pusposari – Kepala Puskesmas Jombang, Jember
3. Winda Tri Mulyaningtias – Bidan Puskesmas Kaliwates
Target capaian skrining HPV DNA yaitu pada Bulan Agustus – Desember 2025 melakukan skrining pada 2.460 perempuan usia 30–69 dan pada tahun 2026 sebanyak 6.416 perempuan. Skrining akan dilakukan serentak mulai bulan Agustus 2025 di seluruh Puskesmas sesuai jadwal masing-masing. Program ini juga merupakan bagian dari paket pemeriksaan kesehatan gratis bagi perempuan.
Dinas Kesehatan P2KB berharap, perempuan usia 30–69 tahun dapat memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, menyelamatkan lebih banyak nyawa, serta menuju Indonesia bebas kanker serviks 2030.