Upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Tempeh terus digencarkan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi para kader posyandu, yang diselenggarakan Puskesmas Tempeh selama dua hari pada 23–24 Juli 2025 di Aula Puskesmas Tempeh.
Kegiatan ini dipandu oleh Nutrisionis Puskesmas Tempeh, Dwi Ratnawati dan Nurul Istiqomah, serta diikuti 30 kader dari delapan desa wilayah kerja. Materi yang diberikan mencakup praktik memasak menu PMT, simulasi pengukuran antropometri, dan pengisian Buku KIA.
Pelatihan ini menyasar peningkatan kapasitas kader dalam mendukung program PMT untuk ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK), balita gizi kurang, balita berat badan tidak naik, dan balita dengan berat badan di bawah normal. Salah satu sesi utama adalah praktik memasak menu PMT sesuai resep yang disusun oleh tim gizi, yang diharapkan menjadi acuan pelaksanaan program di masing-masing desa.
Para kader mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari penjelasan teori gizi hingga praktik pengolahan makanan. Hasil masakan kader kemudian dievaluasi berdasarkan ketepatan porsi gizi, cita rasa, dan penyajian. Tiga menu terbaik mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi dan penghargaan.
Kepala Puskesmas Tempeh menegaskan, pembekalan ini tidak hanya membekali kader dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan. “Dengan kader yang terampil, intervensi gizi akan lebih tepat sasaran, sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader semakin berperan aktif dalam menyediakan menu PMT yang sehat, bergizi, dan sesuai kebutuhan sasaran. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting.