Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan P2KB tidak hanya mengandalkan peran tenaga kesehatan formal, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan gerakan kepanduan melalui Saka Bakti Husada (SBH).
Dalam rangka memperingati Hari Saka Bakti Husada ke 40 yang diperingati pada tanggal 17 Juli 2025, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang mengadakan rapat koordinasi bersama perwakilan Kwartir Ranting se-Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan semangat dan memperkuat komitmen para pembina serta anggota SBH dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui jalur kepanduan.
Dalam forum tersebut, Dinas Kesehatan P2KB menekankan pentingnya mendorong satuan SBH di tingkat kwartir ranting untuk segera mencapai kategori Purnama Mandiri, yaitu kategori tertinggi dalam pembinaan SBH yang mencerminkan kemandirian, keberlanjutan kegiatan, serta kontribusi nyata dalam bidang kesehatan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan P2KB Kab. Lumajang, menyampaikan bahwa SBH bukan sekadar organisasi kepanduan berbasis kesehatan, tetapi juga merupakan agen perubahan yang dapat membantu menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara aktif di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda.
"Kami berharap SBH di tiap kwartir ranting tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga giat mengedukasi masyarakat, menjadi pelopor Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta turut ambil bagian dalam berbagai aksi kesehatan lapangan," ujar beliau.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan muncul strategi dan langkah konkret yang dapat mempercepat proses pembinaan SBH menuju tingkat kemandirian, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor kesehatan dan kepanduan dalam membangun masyarakat Lumajang yang sehat, aktif, dan berdaya saing.