Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

29 Agustus 2025   244 kali  
Dinkes P2KB Lumajang Perkuat Pengawasan Pre-Market untuk Industri Rumah Tangga Pangan
Dinkes P2KB Lumajang Perkuat Pengawasan Pre-Market untuk Industri Rumah Tangga Pangan

Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kefarmasian, Alat Kesehatan, dan Makanan Minuman pada Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, terus berperan aktif dalam mengawasi keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat. Salah satu fokus utama tim adalah pengawasan terhadap Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) guna memastikan produk pangan olahan yang dihasilkan memenuhi standar yang berlaku.

Pengawasan yang dilakukan meliputi tahap pre-market, yaitu pengawasan sebelum produk beredar di pasaran. Pada tahap ini, Tim Pokja berperan memfasilitasi pelaku usaha untuk memenuhi seluruh komitmen yang menjadi syarat dalam memproduksi pangan olahan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.

Pemenuhan komitmen tersebut meliputi tiga hal penting. Pertama, pelaku usaha wajib mengikuti penyuluhan keamanan pangan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk edukasi dan pembinaan dimana kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2025. Kedua, pelaku usaha harus menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sesuai ketentuan perundang-undangan. Ketiga, pelaku usaha diharuskan menerapkan label dan iklan pangan secara benar sehingga informasi yang diberikan kepada konsumen jelas dan tidak menyesatkan.

Dalam pelaksanaannya, Tim Pokja tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha. Pendampingan ini bertujuan membantu mereka memahami standar keamanan pangan serta mengimplementasikannya secara konsisten di seluruh proses produksi.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa pengawasan pre-market sangat krusial untuk mencegah peredaran produk pangan yang berisiko bagi kesehatan masyarakat. “Dengan memastikan pemenuhan komitmen sejak awal, kita dapat menekan potensi masalah keamanan pangan sebelum produk sampai ke tangan konsumen,” ujarnya.

Selain itu, Tim Pokja juga berkoordinasi dengan lintas sektor, termasuk Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta perangkat daerah terkait, untuk memperkuat sistem pengawasan pangan. Sinergi ini memastikan setiap tahapan pembinaan hingga pengawasan dapat berjalan.

Banyak Dibaca

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 1658 kali Baca...




PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 781 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 394 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 245 kali Baca...
CALL CENTER QLOLA BRI
09 Juni 2026 23 kali Baca...
Aktivasi Token Qlola BRI
02 Juni 2026 16 kali Baca...
cara aktivasi qlola ib token
03 Juni 2026 14 kali Baca...
cara aktivasi qlola ib token
03 Juni 2026 14 kali Baca...
BAB 2: Cara Reaktivasi QLola
02 Juni 2026 13 kali Baca...
cara aktivasi qlola ib token
02 Juni 2026 12 kali Baca...
Call Center PT Syaftraco
15 Juni 2026 4 kali Baca...
CARA AKTIVASI QLOLA BRI
11 Juni 2026 4 kali Baca...
CARA AKTIVASI QLOLA BRI
11 Juni 2026 3 kali Baca...
CARA AKTIVASI QLOLA BRI
11 Juni 2026 3 kali Baca...