Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan P2KB terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Sebagai wujud komitmen tersebut, Dinas Kesehatan P2KB menyelenggarakan Pertemuan Forum Kemitraan GERMAS yang diikuti oleh organisasi masyarakat Fatayat NU, bidan desa, serta lintas program di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang (8/9). Melalui forum ini, Fatayat NU diajak berperan aktif agar GERMAS semakin membudaya dan meluas di tengah masyarakat melalui peran organisasi kemasyarakatan.
Forum ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya tren penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi diabetes mellitus pada penduduk usia di atas 15 tahun meningkat dari 8,7% menjadi 10,9%, sementara kasus stroke naik dari 2,13% menjadi 3,09%. Tren tersebut menjadikan PTM sebagai penyebab 65% angka kematian di Indonesia.
Kondisi serupa juga tercermin di Kabupaten Lumajang. Hasil survei PHBS tahun 2024 menunjukkan masyarakat yang kurang aktivitas fisik mencapai 2,86%, konsumsi sayur dan buah masih sangat rendah yakni 96,74% penduduk belum terbiasa mengonsumsinya setiap hari, serta capaian indikator tidak merokok baru 46,37%. Data ini memperlihatkan masih perlunya penguatan perilaku hidup sehat di masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, Indah Kusumawati, S.Si. Apt., menegaskan bahwa GERMAS merupakan gerakan bersama lintas sektor yang diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017. “Keberhasilan GERMAS tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi masyarakat, tokoh agama, akademisi, dunia usaha, hingga media massa. Semua pihak harus berperan aktif,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai pedoman pengembangan Desa Unggulan GERMAS dan penerapan 10 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga yang disampaikan oleh Katimja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu, pengelola program GERMAS juga memfasilitasi diskusi terkait peran strategis organisasi masyarakat, termasuk Fatayat NU, dalam mendukung pengembangan desa unggulan.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat peran mitra dalam mendukung GERMAS. Dari forum ini diharapkan lahir rencana tindak lanjut yang konkret, baik dalam hal penyebarluasan informasi, advokasi, maupun penggerakan masyarakat agar perilaku hidup sehat dapat semakin membudaya di Lumajang.
“Forum ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga wadah untuk menyatukan langkah bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis capaian indikator GERMAS di Kabupaten Lumajang akan semakin meningkat,” tutup Indah.