Kesehatan pendengaran merupakan bagian penting dari kualitas hidup manusia yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, gangguan pendengaran dan ketulian dapat berdampak signifikan terhadap kemampuan komunikasi, produktivitas, serta interaksi sosial seseorang apabila tidak ditangani sejak dini.
Sebagai bentuk komitmen dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan pendengaran, Komite Daerah (Komda) Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPK) Kabupaten Lumajang melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pelayanan bersih-bersih telinga bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan sasaran masyarakat umum di wilayah Pasrujambe.
Bakti sosial ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini gangguan pendengaran sekaligus mencegah terjadinya ketulian yang disebabkan oleh penumpukan serumen atau kotoran telinga. Selain pelayanan langsung, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai cara merawat kesehatan telinga yang benar serta pentingnya melakukan pemeriksaan pendengaran secara berkala.
“Gangguan pendengaran sering kali dianggap masalah sepele. Padahal, apabila tidak ditangani sejak dini, dapat berdampak pada kualitas hidup, kemampuan belajar, hingga produktivitas masyarakat,” ungkap Ketua Komda PGPK, dr. Aliyah, Sp.THT-KL.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan bakti sosial seperti ini, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan telinga dan tidak melakukan tindakan yang justru berisiko merusak organ pendengaran.
Dengan terselenggaranya bakti sosial bersih-bersih telinga ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan pendengaran semakin meningkat. Ke depan, Komda PGPK berkomitmen untuk terus mendorong upaya pencegahan gangguan pendengaran dan ketulian melalui kegiatan edukatif dan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.