Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama dan penyakit infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standart. Selain itu, kejadian stunting pada balita juga erat kaitannya dengan status kesehatan ibu pada saat hamil dan masa sesudah hamil. Dinas Kesehatan P2KB dan TP.PKK Kabupaten Lumajang melaksanakan Kampanye cegah stunting dan kick off intervensi serentak Pencegahan Stunting di Kantor Kecamatan Senduro (14/6)
Pj. Ketua TP.PKK Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono dalam sambutannya menyampaikan, ”Dengan pemantauan rutin kesehatan ibu hamil dan balita, diharapkan dapat menjadi langkah deteksi dini di tingkat masyarakat melalui posyandu. Posyandu merupakan salah satu wadah pemberdayaan masyarakat yang mudah di akses oleh masyarakat. Pelayanan yang diberikan di posyandu berupa deteksi dini, imunisasi suplementasi dan edukasi” jelasnya.
Saat ini sebagian besar posyandu telah dilengkapi dengan alat antropometri terstandart dan ditunjang dengan kader yang kompeten. Angka kunjungan yang tinggi, alat terstandart dan kader yang kompeten dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil deteksi dini dan pada sasaran dengan masalah gizi dapat segera dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan dan mendapatkan penanganan yang cepat dan sesuai harapan untuk lumajang bebas stunting dapat segera terwujud.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah dalam laporannya menyalaikan, ”Di bulan juni ini, 8 kementerian dan lembaga tingkat pusat, menyerukan sebuah gerakan yaitu intervensi serentak pencegahan stunting. Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting merupakan aksi serentak bersama untuk pencegahan stunting melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, validasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil dan balita secara berkelanjutan. Stunting masih menjadi permasalahan pelik di kabupaten lumajang. Berdasarkan data ski tahun 2023, prevalensi stunting di kabupaten lumajang adalah 29,9%, naik 6,1% dari tahun 2022. Angka ini menjadikan lumajang menduduki peringkat 3 terbawah se-jawa timur setelah kabupaten probolinggo dan kota probolinggo” jelasnya.
Pada kegiatan ini disampaikan bahaya anggota keluarga yang merokok dapat mempengaruhi kesehatan termasuk mempengaruhi pada anak stunting. Kalau ingin berkontribusi untuk mencegah stunting, para orang tua tidak usah merokok dan lebih baik gunakan uangnya untuk membeli protein hewani seperti telur. Konsumsi rokok dan hasil tembakau mempunyai dampak terhadap sosial ekonomi dan Kesehatan. Data Survei Sosial Ekonomi Nasioanl (Susenas) 2021 menjelaskan pengeluaran keluarga untuk konsumsi rokok tiga kali lebih banyak daripada pengeluaran untuk kebutuhan protein di keluarga. Berdasarkan data tersebut belanja rokok merupakan belanja terbesar kedua di keluarga dan tiga kali lebih tinggi daripada beli telur. Persentase pengeluaran keluarga terbesar kedua sebanyak 11,9% baik di perkotaan maupun di pedesaan dibandingkan untuk mereka yang mengkonsumsi makanan bergizi seperti telur, daging, dan ayam. Ada tiga kelompok bayi yang dilahirkan yakni dari ibu yang tidak merokok, ibu yang jadi perokok pasif, dan ibu perokok aktif. Hasilnya didapatkan bahwa pada plasenta bayi dengan ibu perokok aktif dan pasif itu sama-sama ditemukan nikotin. Kemudian dari waktu lahir pun panjang badan dan berat badan bayi jauh lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang tidak merokok.
10 arahan untuk mendukung intervensi serentak pencegahan stunting :
1. Memastikan dilakukan pencatatan seluruh catin, ibu hamil dan balita di wilayang masing-masing sebagai sasaran
2. Memastikan seluruh catin, ibu hamil dan balita mendapatkan pendampingan serta memastikan datang ke posyandu
3. Memastikan alat antropometri terstandart tersedia di posyandu
4. Memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran terstandart serta penyuluhan untuk catin, ibu hamil dan balita.
5. Memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandart
6. Memastikan intervensi pmt pangan lokal diterima ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi
7. Memastikan seluruh catin, ibu hamil dan balita diberikan edukasi di posyandu
8. Memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi di hari yang sama
9. Memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak
10. Memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dukungan semua sektor dan semua pihak, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, terlebih desa, sangat dibutuhkan dalam sukses dan lancarnya pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting.