Derajat kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas hidup dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Lumajang menggelar Pertemuan Koordinasi Tim Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Kabupaten pada Kamis (14/8) di Ruang Pertemuan Pisang Raja, Dinas Kesehatan P2KB Lumajang.
Pertemuan ini dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari perwakilan lintas sektor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta lintas program di lingkungan Dinas Kesehatan P2KB. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang dan Pengelola Program PHBS Dinas Kesehatan P2KB.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan P2KB Lumajang dalam sambutannya menegaskan, keberhasilan pembinaan PHBS tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada upaya berkelanjutan untuk membentuk perilaku dan lingkungan yang sehat. “PHBS adalah investasi jangka panjang. Jika kita berhasil membiasakan hidup sehat di rumah, sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas umum, maka kita sedang membangun generasi yang lebih produktif, cerdas, dan tangguh,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengkajian PHBS tahun 2024, masih terdapat sejumlah tatanan yang belum mencapai target indikator. Permasalahan ini mendorong perlunya perumusan solusi bersama atau win win solution melalui koordinasi lintas sektor dan lintas program. Pertemuan ini membahas capaian, kendala, serta rencana tindak lanjut penyelenggaraan PHBS di berbagai tatanan, mulai dari rumah tangga, institusi pendidikan, tempat kerja, fasilitas umum, hingga pondok pesantren.
Kegiatan berlangsung dengan metode presentasi, diskusi, dan penyusunan rencana aksi bersama. Bappeda Kabupaten Lumajang memaparkan arah kebijakan pembangunan kesehatan berbasis perilaku hidup sehat, sedangkan tim PHBS Dinas Kesehatan P2KB memandu peserta dalam menyusun rencana tindak lanjut yang realistis, terukur, dan sesuai kebutuhan lapangan.
Pertemuan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk memperkuat pembiasaan PHBS di masyarakat. Harapannya, upaya ini tidak berhenti pada koordinasi, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lapangan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan sinergi dan komitmen seluruh pihak, diharapkan penerapan PHBS di Kabupaten Lumajang semakin optimal, sehingga masyarakat dapat menikmati lingkungan yang bersih, perilaku hidup yang sehat, serta kualitas hidup yang semakin baik. Karena membangun kesehatan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama untuk masa depan yang lebih sejahtera.