Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan P2KB terus berupaya memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Posyandu bagi Petugas (18–19/9). Pertemuan ini diikuti oleh 25 petugas promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas se-Kabupaten Lumajang dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Pungky Anggraeni Mustika, S.KM.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petugas Promkes dalam mengelola Posyandu berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memperkuat pemahaman terkait Posyandu SPM Bidang Kesehatan. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tambahan mengenai pengembangan Saka Bakti Husada (SBH) serta penyegaran teknis pengisian Komdat Promkes untuk program Posyandu, SBH, dan Kampus Sehat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan P2KB Lumajang menegaskan bahwa transformasi Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada aspek kesehatan. “Posyandu kini dituntut menghadirkan layanan lebih luas, mencakup enam bidang SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban umum. Transformasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Posyandu SPM Bidang Kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib disediakan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan kelompok usia rentan, memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Hal ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Data tahun 2024 menunjukkan, Kabupaten Lumajang telah mengembangkan 59 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Memasuki tahun 2025, seluruh Posyandu di Lumajang yang berjumlah 1.310 unit telah sepenuhnya menerapkan ILP. “Ini capaian yang membanggakan sekaligus tantangan. Posyandu tidak hanya hadir sebagai tempat layanan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga,” jelasnya.
Kegiatan selama dua hari ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi, serta rencana tindak lanjut. Pada hari pertama, peserta difokuskan pada penguatan wawasan, sedangkan hari kedua lebih banyak diarahkan pada penyusunan strategi promotif dan preventif di lapangan.
Lebih lanjut, ia berpesan agar petugas Promkes senantiasa hadir mendampingi kader Posyandu dengan penuh kesungguhan. “Tugas Promkes tidak sekadar memberikan materi, tetapi membina, melatih, dan mendampingi kader agar percaya diri dalam menjalankan perannya. Promkes juga harus menjadi penghubung yang efektif antarprogram di Puskesmas maupun lintas sektor, sehingga masyarakat semakin antusias datang ke Posyandu,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan pesan inspiratif bahwa peran petugas Promkes mungkin tidak selalu terlihat atau mendapat pujian, namun setiap langkah kecil yang dilakukan memiliki dampak besar dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Promkes bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Teruslah bergerak dan menginspirasi, karena perubahan besar lahir dari hati yang tulus dan langkah sederhana,” pungkasnya.