Keluarga merupakan madrasah pertama bagi pertumbuhan karakter dan kualitas hidup seorang anak. Dalam upaya mencetak generasi yang cerdas dan bebas stunting, peran orang tua dalam memberikan pola asuh yang tepat pada fase awal kehidupan menjadi sangat krusial. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang Melalui Dinas Kesehatan P2KB terus memperkuat komitmen pembangunan keluarga melalui penguatan program Bina Keluarga Balita (BKB) yang menjangkau hingga pelosok desa.
Saat ini, kegiatan BKB telah aktif dilaksanakan secara rutin setiap bulan di 205 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Lumajang. Wadah ini dirancang khusus bagi orang tua balita serta ibu hamil untuk meningkatkan literasi dan keterampilan dalam mengasuh anak secara terencana, saintifik, dan penuh kasih sayang.
Melalui 392 kelompok BKB yang tersebar di wilayah Lumajang, para orang tua mendapatkan akses edukasi yang komprehensif. Materi yang diberikan mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi seimbang, hingga stimulasi perkembangan sesuai tahapan usia.
Keaktifan dalam kelas BKB memberikan manfaat nyata yang berdampak langsung pada ketahanan keluarga, di antaranya:
1. Pemahaman Pola Asuh: Orang tua lebih kompeten dalam menerapkan pengasuhan positif.
2. Literasi Gizi: Memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna pencegahan stunting.
3. Deteksi Dini: Mampu mengenali gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak awal.
4. Kesiapan Reproduksi: Meningkatkan kesadaran dalam merencanakan kehamilan dan jarak kelahiran.
"Bina Keluarga Balita (BKB) adalah garda terdepan kita dalam mencetak generasi berkualitas. Kami mengimbau seluruh orang tua balita dan ibu hamil untuk tidak melewatkan momentum belajar bersama di desa masing-masing. Karena keluarga yang hebat tidak lahir secara instan, melainkan dimulai dari orang tua yang terus mau belajar dan beradaptasi," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang.
Masyarakat dapat memperoleh informasi jadwal dan lokasi kegiatan melalui kader BKB, kader Posyandu, atau kantor penyuluh KB di setiap kecamatan. Dengan rutin mengikuti BKB, diharapkan tercipta lingkungan sosial yang peduli terhadap kesehatan dan masa depan anak.
Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis, dengan kuatnya sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif keluarga di tingkat desa, angka stunting akan terus menurun dan kualitas generasi masa depan Lumajang akan semakin unggul. Mari bergerak bersama, aktif di BKB, demi mewujudkan keluarga sehat dan anak bangsa yang hebat.