Maksimalkan Penggunaan Aplikasi PTM,
Puskesmas Diharapkan Dapat Lengkapi Data
LUMAJANG – Semua data dan informasi terkait kegiatan pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM)di Kabupaten Lumajangtelah terhimpun secara nasional melalui aplikasi SIPTM.
Namun, menurut Sub Koordinator Sub Substansi Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana(P2KB) Kabupaten Lumajang, Askap Hariyanto, A.Md. Keb, kondisi capaian pelayanan kesehatan di Kabupaten Lumajang yang terbaca di aplikasi SIPTM masih dirasa kurang maksimal.
“Data PTM yang tercatat di dalam aplikasi untuk semester I tahun 2022 masih kurang lengkap jika dibandingkan dengan capaian absolute riil program”, ucapnya padasaat membuka kegiatanValidasi Data PTM yang dihadiri oleh pengelola Program PTM dan Program Indera Puskesmas se-Kabupaten Lumajang di ruang pertemuan Pisang Berlin Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang.
Dia menjelaskan, tidak lengkapnya data ini disebabkan karena masih adanya Puskesmas yang belum melakukan input data terkait adanya beberapa kendala.
Dalam kesempatan itu, dia juga berpesan bahwa selain aplikasi SIPTM, terdapat aplikasi lain seperti SIPPTIMEWA dan ASIK yang juga harus di-entry untuk melihat data capaian pelayanan deteksi dini, posbindu dan Pandu PTM.
“Pengisian data capaian PTM pada aplikasi harus dilakukan setiap bulan secara offline dan online. Data capaian yang perlu diinput meliputi data pelayanan kesehatan Usia Produktif, Hipertensi, Diabetes Melitus dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)”, lanjutnya.
Dia berharap, selain meningkatkan kedisiplinan dalam pencatatan data pada aplikasi, petugas Puskesmas juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai target capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM),capaian Penilaian KinerjaPuskesmas (PKP), dan analisa SWOT dalam upaya analisa.capaian data PTM.
“Supaya kedepannya, capaian dankualitas pelayanan PTM di setiap Puskesmas dapat ditingkatkan”, pungkasnya. (DinkesP2KB)