Masalah stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi banyak daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang tercatat sebesar 23,4%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya, namun tantangan dalam pengumpulan dan konsistensi data masih menjadi kendala dalam upaya percepatan penanganan stunting.
Salah satu persoalan krusial adalah belum adanya sistem data stunting yang terintegrasi, real time, dan dapat diakses secara menyeluruh oleh pemangku kebijakan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Kondisi ini menyulitkan proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat sasaran.
Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang mengembangkan sebuah inovasi digital bernama e-Stunting. Aplikasi ini hadir sebagai solusi untuk mewujudkan satu data stunting yang akurat, terkini, dan dapat digunakan lintas sektor dalam mengintegrasikan intervensi spesifik maupun sensitif. Saat ini, e-Stunting masih berada dalam tahap uji coba dan diterapkan di dua kecamatan sebagai pilot project, yaitu Kecamatan Lumajang dan Kecamatan Tempeh.
Sosialisasi aplikasi ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Juli 2025 di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Diskominfo. Kegiatan ini dibagi berdasarkan kelompok peserta, yakni unsur kecamatan dan puskesmas pada hari pertama, bidan desa pada hari kedua, serta kader posyandu pada hari ketiga. Materi disampaikan langsung oleh tim pengembang dari Diskominfo Kabupaten Lumajang.
“Meski belum sempurna, aplikasi ini kami harapkan bisa menjawab kebutuhan real-time data dan mendukung efektivitas intervensi program stunting yang lebih terarah,” ujar perwakilan tim pengembang dari Diskominfo.
Dalam rencana kerja tahun 2025, setelah masa uji coba selesai dan dilakukan pendampingan serta evaluasi, aplikasi ini akan disempurnakan berdasarkan masukan dari pengguna. Targetnya, pada tahun 2026, e-Stunting dapat diterapkan secara penuh di seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Dengan hadirnya e-Stunting, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis penanganan stunting akan semakin terfokus, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup generasi mendatang.