LUMAJANG — Dalam rangka upaya mencegah penularan serta Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), salah satu strategi yang di nilai efektif adalah dengan melaksanakaan Imunisasi Rutin Lengkap (IRL).
Atas dasar analisa akan pentingnya imunisasi untuk mencegah kejadian tersebut, maka Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mngadakan kegiatan Sosialisasi, Pendampingan, dan Evaluasi bagi pelaksana dan pengelola program imunisasi di Puskesmas, beberapa waktu yang lalu.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Marshall Trihandono, mejelaskan bahwa dasar pemberian vaksin baru adalah karena terjadinya beberapa KLB dan meningkatnya angka kesakitan penyakit di wilayah Indonesia.
Salah satunya adalah KLB polio di Aceh yang menjadi dasar pemberian imunisasi IPV2 dan kenaikan kejadian diare pada balita yang menjadi dasar pemberian imunisasi Rotavirus.
“Dengan terjadinya KLB di Indonesia, menjadi dasar bagi pemerintah untuk menambahkan jenis vaksin. Tentu ini adalah langkah yang baik untuk mencegah anak-anak di Indonesia agar terhindar dari PD3I”, jelasnya saat membuka kegiatan ini di depan 35 Pengelola Program Imunisasi Puskesmas dan Pendamping se-Kabupaten Lumajang, betempat di Ruang Pertemuan Dinkes P2KB.
dr. Marshall menjelaskan lebih lanjut bahwa jenis vaksin baru yang dimaksud adalah vaksin IPV2, PCV, HPV, dan Rotavirus yang seluruhnya disubsidi penuh oleh pemerintah (gratis).
“Dengan bertambahnya jenis imunisasi, maka perlu kami adakan sosialisasi vaksin-vaksin baru ini kepada seluruh pengelola program imunisasi di Puskesmas”, jelasnya.
dr. Marshall berharap, dengan adanya sosialisasi ini maka seluruh pengelola program imunisasi dapat mengetahui mengenai kebijakan imunisasi baru hingga teknis pelaksanaannya.
“Semoga komitmen pengelola program imunisasi untuk segera melaksanakan imunisasi vaksin baru sesuai jadwal di program imunisasi rutin dapat terwujud”, tutupnya. (Dinkes P2KB)