Kabupaten Lumajang terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan melalui berbagai program promotif dan preventif, khususnya dalam pencegahan kanker serviks yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kelurahan Jogoyudan bekerja sama dengan Puskesmas Rogotrunan melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Pemeriksaan HPV DNA bagi Perempuan, pada Jumat, 31 Januari 2026, bertempat di Kecamatan Lumajang. Kegiatan ini diikuti oleh perempuan usia dewasa dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai kanker serviks, mulai dari penyebab, faktor risiko, juga virus Human Papillomavirus (HPV) sebagai pemicu utama. Petugas kesehatan juga menjelaskan bahwa pemeriksaan HPV DNA merupakan metode skrining yang lebih sensitif dan akurat dalam mendeteksi infeksi HPV berisiko tinggi, sehingga memungkinkan penanganan lebih dini sebelum berkembang menjadi kanker.
Selain itu, dijelaskan pula alur pelaksanaan pemeriksaan, persiapan yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Lurah Jogoyudan, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
“Deteksi dini merupakan langkah yang sangat penting dalam mencegah kanker serviks. Melalui sosialisasi ini, kami berharap perempuan di Kelurahan Jogoyudan semakin peduli terhadap kesehatan reproduksinya dan tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan HPV DNA,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Puskesmas Rogotrunan yang diwakili oleh Bidan Kelurahan menegaskan bahwa pemeriksaan HPV DNA merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan perempuan dan pencegahan penyakit tidak menular.
“Pemeriksaan HPV DNA diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perempuan, sehingga kasus kanker serviks dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani secara tepat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker serviks serta meningkatnya partisipasi perempuan dalam program skrining kesehatan. Dengan sinergi antara pemerintah kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, upaya perlindungan kesehatan perempuan dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkualitas.