Kualitas kesehatan seorang anak sangat ditentukan sejak masa dalam kandungan hingga usia dua tahun pertama kehidupan, atau yang dikenal sebagai masa emas pertumbuhan. Masalah gizi pada ibu hamil, khususnya Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia, bukan sekadar isu kesehatan semata, melainkan tantangan pembangunan sumber daya manusia yang dapat berdampak pada risiko kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR) hingga stunting. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang komprehensif, terpadu, dan melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk menjamin setiap ibu hamil mendapatkan asupan gizi dan pendampingan yang optimal.
Merespons tren peningkatan kasus bumil KEK yang mencapai 10,51% dan anemia sebesar 10,86% pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pendampingan Ibu Hamil KEK pada Selasa (28/04/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan P2KB ini merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan program inovasi BUAIAN (Bunda Anak Impian) yang mendapatkan dukungan bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Rapat koordinasi ini difokuskan pada penguatan upaya promotif dan preventif melalui pelibatan lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan mengenai mekanisme pendampingan intensif bagi ibu hamil berisiko, serta optimalisasi pemanfaatan sarana dan jaminan kesehatan yang tersedia. Program ini bertujuan memastikan bahwa setiap ibu hamil KEK mendapatkan pengawasan status gizi secara berkala guna mencegah gangguan pertumbuhan otak pada janin.
Melalui diskusi terpadu, para pemangku kepentingan berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan gizi serta memperkuat peran pendamping di tingkat lapangan. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka kasus baru dan memastikan anak-anak Lumajang lahir dalam kondisi sehat dan bugar.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penanganan masalah gizi ibu hamil memerlukan kerja kolaboratif yang solid.
"Melalui program BUAIAN ini, kita tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga memperkuat pendampingan agar pola asuh dan pola makan ibu hamil benar-benar terjaga. Dukungan lintas sektor sangat krusial; kita ingin memastikan setiap ibu hamil di Lumajang merasa aman, didampingi, dan didukung sepenuhnya untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berkualitas," ungkap Kabid Kesmas Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ditutup dengan penguatan komitmen bersama untuk menyukseskan program pendampingan hingga ke tingkat desa. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan ibu, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis mampu mewujudkan masyarakat yang tangguh.