Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

13 April 2026   11 kali  
Wujudkan "Desaku Rumah Imunisasiku", Pemkab Lumajang Kukuhkan 25 Desa Siaga sebagai Pionir Desa IMAN (Imunisasi Mantap)
Wujudkan

Imunisasi merupakan langkah efektif dan efisien dalam menekan angka kesakitan, kecacatan, hingga kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Sebagai investasi masa depan, kedaulatan kesehatan nasional sangat bergantung pada ketangguhan setiap komponen salah satunya pemerintah tingkat desa/kelurahan dalam memastikan seluruh anak mendapatkan proteksi kesehatan yang lengkap dan merata tanpa terkecuali.

Namun, tantangan besar kini membentang di depan mata. Pasca pandemi global, Kabupaten Lumajang mencatat tren penurunan cakupan imunisasi lengkap yang cukup signifikan, dari 103,37% pada tahun 2020 menjadi 71,86% di tahun 2025. Kondisi ini menempatkan wilayah dalam zona berisiko tinggi, yang ditandai dengan kenaikan suspek campak hingga 82% serta munculnya kasus pertusis fatal pada awal tahun 2026.

Merespons urgensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis melalui pembentukan Desa IMAN (Imunisasi Mantap). Pada Senin (13/04/2026), sebanyak 25 Kepala Desa dan Ketua Desa Siaga Aktif Unggulan GERMAS diundang secara khusus untuk menjadi garda terdepan dalam gerakan akselerasi ini.

Pembentukan Desa IMAN merupakan tindak lanjut nyata dari Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pencapaian Layanan Imunisasi. Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah penggunaan instrumen My Village My Home (MVMH) dengan memanfaatkan banner data bertajuk "Desaku Rumah Imunisasiku".

Banner ini berfungsi sebagai alat transparansi data di setiap Posyandu, di mana status imunisasi setiap anak di wilayah tersebut dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat. Dengan data yang valid dan transparan, masyarakat diharapkan mampu secara swadaya saling memotivasi agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal (zero dose).

"Desa yang kuat bukan hanya desa yang maju, tetapi desa yang mampu melindungi masa depan generasinya. Melalui 25 Desa Siaga Unggulan GERMAS ini, kami menitipkan amanah bagi para Kepala Desa dan kader untuk menggerakkan edukasi yang persuasif serta melakukan validasi data rutin," ungkap Ketua Tim Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes P2KB Lumajang.

Pembentukan 25 Desa IMAN pada tahap pertama tahun 2026 ini diharapkan menjadi role model bagi desa-desa lain di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah, komitmen kepala desa, dan partisipasi aktif tokoh masyarakat menjadi kunci utama untuk keluar dari zona risiko kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis bahwa dengan langkah kecil yang dimulai dari tingkat Posyandu, kekebalan kelompok (herd immunity) akan kembali menguat.

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 752 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 749 kali Baca...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 705 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 355 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 203 kali Baca...