Memasuki hari kedua pelaksanaan, agenda Orientasi Pendampingan Pesantren Sehat Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang berjalan semakin produktif dan mencapai puncaknya. Jika pada hari pertama para peserta dibekali kemampuan teknis pemetaan masalah lingkungan, maka pada hari kedua ini fokus dialihkan pada penguatan gizi, pencegahan penyakit menular, manajemen tata kelola, hingga pengukuhan legalitas pengurus poskestren.
Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan pemaparan materi mengenai Gizi Remaja dan Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) guna mencegah anemia. Selain gizi, disampaikan pula materi penanganan penyakit menular berupa Teknis Skrining dan Pencegahan TB.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, acara diakhiri dengan prosesi Pelantikan Pengurus Poskestren untuk 3 pondok pesantren dampingan tahun 2026, yaitu Ponpes Nurul Istiqomah (Kedungjajang), Ponpes Miftahul Falah (Klakah), dan Ponpes Nurus Sholah (Yosowilangun). Pelantikan ini menandai legalitas dan kesiapan para pengurus untuk mulai menggerakkan program kesehatan secara mandiri di lembaganya masing-masing.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, menyampaikan rasa optimisme dan pesannya kepada seluruh peserta yang hadir.
"Pelantikan pengurus Poskestren hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan babak baru dimulainya gerakan Pesantren Sehat yang sesungguhnya di tiga lokus baru ini. Rekan-rekan pengurus dan Santri Husada kini telah resmi memegang amanah untuk mengawal pemberian Tablet Tambah Darah bersama-sama, menginspeksi sanitasi, dan melakukan skrining TB secara berkala. Kami berharap, sekembalinya dari sini, kebijakan berwawasan kesehatan segera terbentuk di masing-masing pondok dengan dukungan penuh dari para pengasuh dan puskesmas setempat," tutur Indah Kusumawati, S.Si., Apt.
Pemerintah Lumajang melalui Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang menaruh harapan dan optimisme tinggi bahwa ketiga pesantren lokus baru ini akan segera berkembang pesat menuju strata Purnama Mandiri. Pembekalan manajemen dan teknik pendampingan yang didapatkan selama dua hari ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas internal pesantren untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri.
Dengan sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah, puskesmas, organisasi keagamaan, serta komitmen kuat dari pengasuh dan santri, Kabupaten Lumajang siap mewujudkan ekosistem pesantren yang berdaya, berwawasan kesehatan, serta melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama tetapi juga teladan dalam perilaku hidup bersih dan sehat.