Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, memerlukan intervensi yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang terus diperkuat adalah pencegahan penyakit kecacingan, yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah khususnya pada kelompok usia anak.
Dalam rangka mendukung optimalisasi pelaksanaan program, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Pertemuan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan pada 9 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kesiapan teknis pelaksanaan program di tingkat layanan kesehatan dasar.
Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur teknis dan pengelola program, yaitu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kepala Tim Kerja Penyakit Menular, serta Pengelola Program Kecacingan Kabupaten Lumajang. Seluruh pengelola program kecacingan Puskesmas se-Kabupaten Lumajang turut diundang untuk menyamakan persepsi dan memperkuat strategi pelaksanaan kegiatan di wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pemahaman program, penyusunan langkah operasional, peningkatan kualitas pelaporan, serta strategi perluasan cakupan sasaran pemberian obat pencegahan massal. Keseragaman persepsi dan ketepatan pelaksanaan dinilai menjadi faktor krusial dalam menjamin efektivitas intervensi kesehatan masyarakat.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa kecacingan masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya terhadap kondisi kesehatan, terutama pada anak.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat, tetapi juga pada kualitas perencanaan, koordinasi lintas sektor, serta ketepatan pencatatan dan pelaporan kegiatan. Pelaporan yang tepat waktu dan valid menjadi dasar evaluasi sekaligus penentuan kebijakan program ke depan.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi seluruh pengelola program di Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Peran aktif petugas di lapangan sangat menentukan keberhasilan menjangkau seluruh sasaran POPM Kecacingan.
Melalui penguatan koordinasi dan kesiapan program ini, Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang berharap pelaksanaan POPM Kecacingan Tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, dengan cakupan sasaran yang optimal dan kualitas pelaporan yang semakin baik. Dengan sinergi dan komitmen bersama, diharapkan upaya pencegahan kecacingan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan anak-anak yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.