Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

28 Juli 2025   336 kali  
Hari Hepatitis Sedunia: “Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis”
Hari Hepatitis Sedunia: “Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis”

Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli menjadi momentum global untuk mengingatkan dunia akan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan hepatitis. Tanggal ini dipilih untuk mengenang kelahiran Dr. Baruch Samuel Blumberg, penemu Virus Hepatitis B sekaligus pengembang vaksin pertamanya. Peringatan ini pertama kali ditetapkan Majelis Kesehatan Dunia pada 2010 dan hingga kini didukung penuh oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan World Hepatitis Alliance.

Tahun 2025 mengusung tema global “Hepatitis: Let’s Break It Down” yang menekankan perlunya mengatasi hambatan finansial, sosial, dan sistemik, termasuk stigma yang masih melekat, guna mencapai eliminasi hepatitis sekaligus mencegah kanker hati. Di Indonesia, tema nasional yang diangkat adalah “Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis”, sebuah ajakan kolektif untuk meningkatkan kesadaran, memperluas cakupan vaksinasi, memperkuat edukasi, dan memastikan akses pengobatan yang merata.

Secara global, hepatitis B dan C kronis menginfeksi sekitar 304–600 ribu orang, dengan 1,3–1,4 juta kematian per tahun akibat sirosis atau kanker hati. Setiap harinya, rata-rata muncul 6.000 kasus baru, namun sebagian besar penderita tidak mengetahui statusnya. Padahal, kesadaran akan infeksi merupakan langkah awal yang sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.

Di Indonesia, upaya pengendalian hepatitis menunjukkan perkembangan positif. Prevalensi hepatitis B berhasil ditekan dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023. Cakupan skrining hepatitis B pada ibu hamil mencapai 89,6%, sementara lebih dari 93% bayi yang lahir dari ibu HBsAg reaktif telah mendapatkan imunisasi dalam 24 jam pertama. Pengobatan hepatitis C kini semakin menjanjikan berkat ketersediaan terapi Direct Acting Antivirals (DAA) yang terbukti efektif lebih dari 95% dan telah tersedia di berbagai rumah sakit.

Di Kabupaten Lumajang, jumlah sasaran ibu hamil tahun 2025 mencapai 16.907 orang, dengan 9.280 orang (55%) telah menjalani pemeriksaan. Data semester pertama menunjukkan peningkatan kasus ibu hamil reaktif hepatitis sebesar 34,56%, sementara cakupan imunisasi bayi baru lahir dari ibu HBsAg reaktif dalam 24 jam pertama mencapai 96%. Selain itu, berbagai layanan skrining dan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas terus digencarkan untuk mendeteksi dini dan mencegah penularan.

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia bukan sekadar seremoni, tetapi momentum nyata untuk bertindak. Masyarakat dapat berpartisipasi melalui seminar, pemeriksaan kesehatan, kampanye kesadaran, hingga edukasi publik untuk menghapus stigma, mendorong vaksinasi, dan membiasakan pemeriksaan rutin. Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, eliminasi hepatitis bukanlah mimpi, melainkan tujuan yang dapat dicapai.

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 747 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 745 kali Baca...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 679 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 351 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 202 kali Baca...