LUMAJANG - Remaja sebagai calon penduduk usia produktif perlu dibekali agar siap menjadi generasi berencana sebagai pelaku pembangunan yang mendukung percepatan penurunan stunting.
Hal ini telah dikatakan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Dinkes P2KB Lumajang, drg. Rina Dwi Astuti, M.Kes dalam kegiatan Orientasi Edukasi Gizi, Pencegahan Anemia, Life Skill, dan Kekerasan Seksual bagi Remaja, pada Jumat (19/5/23).
Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas remaja Pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari tingkat SMP-SMA dalam segi pengetahuan tentang substansi gizi dan pencegahan anemia remaja, yang nantinya akan berperan sebagai fasilitator edukasi kepada teman sebaya.
Ia menjelaskan bahwa remaja perlu memiliki life skill. Life skill yang dimaksud adalah kemampuan untuk berperilaku adaptif dan positif untuk menghadapi tantangan kehidupan.
Ia menambahkan, hal ini bisa diupayakan dengan bantuan pengurus PIK-R untuk memberikan edukasi kepada teman sebaya.
“Remaja pengurus PIK-R saya harapkan bisa mengajak remaja yang lain di sekolah masing-masing untuk memperhatikan gizi, meningkatkan life skill, dan memperhatikan hal-hal yang diperlukan untuk menghindari anemia dan menurunkan risiko melahirkan keturunan stunting”, jelas dia.
“Semoga dengan adanya kegiatan orientasi ini, bekal ilmu yang didapat dapat menjadi bekal bagi diri sendiri dan bagi teman sebaya di sekolah, yang nantinya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia & menurunkan angka stuning di Kabupaten Lumajang,” tutupnya. (Dinkes P2KB)