Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, namun bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, diperlukan perhatian khusus agar puasa tetap aman dan tidak memicu terjadinya komplikasi. Pengaturan pola makan, pemeriksaan kesehatan, serta kepatuhan dalam minum obat menjadi kunci utama menjaga tekanan darah tetap stabil selama berpuasa.
Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan penderita hipertensi selama Bulan Ramadan adalah:
1. Rutin cek tekanan darah
a. Ukur tekanan darah di puskesmas atau klinik terdekat atau dilakukan sendiri di rumah.
b. Catat hasil tekanan darah.
c. Konsultasi jika tekanan darah lebih dari 130/90mmHg.
2. Atur pola makan seimbang
a. Batasi garam, santan kental, dan gorengan saat berbuka
b. Perbanyak sayur, buah, dan protein tanpa lemak.
c. Pilih karbohidrat kompleks seperti ketela rambat atau kentang rebus
d. Hindari makan berlebihan saat berbuka
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
a. Terapkan pola 2–4–2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur
b. Hindari minuman manis berlebihan dan berkafein tinggi
c. Tetap Aktif Bergerak
d. Lakukan olahraga ringan 30 menit seperti jalan santai setelah berbuka atau tarawih.
e. Hindari aktivitas berat saat siang hari agar tidak dehidrasi.
f. Minum Obat Teratur
g. Sesuaikan jadwal minum obat saat sahur atau berbuka sesuai anjuran dokter.
h. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi.
4. Kelola Stres & Perbanyak Ibadah
a. Perbanyak dzikir, doa, dan ibadah untuk menenangkan pikiran.
b. Istirahat cukup (6–8 jam) agar tekanan darah tetap stabil.