Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan P2KB terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui kegiatan Pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang dilaksanakan di 21 kecamatan. Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif. Tidak hanya itu, BKL juga memiliki peran penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting, di mana lansia dapat berperan sebagai pendamping keluarga dalam pola asuh dan pemenuhan gizi balita.
Sebanyak 21 kelompok BKL binaan menjadi sasaran kegiatan ini, dengan melibatkan kader, keluarga lansia, serta dukungan Ketua TP PKK desa. Setiap pertemuan diisi dengan berbagai materi dan aktivitas, antara lain:
· Edukasi 7 Dimensi Lansia Tangguh
· Sosialisasi Sekolah Lansia Tangguh (Selantang)
· Skrining kemandirian lansia (ADL)
· Diskusi dan penggalangan komitmen bersama
Melalui peran aktif Penyuluh KB dan mitra di tingkat kecamatan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader serta mendorong partisipasi keluarga dalam mengikuti kegiatan BKL secara rutin.
Saat ini, partisipasi keluarga dalam BKL masih perlu ditingkatkan. Dari lebih dari 128 ribu keluarga sasaran, baru sekitar 7,5% yang tergabung dalam kelompok BKL. Oleh karena itu, pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan keaktifan masyarakat.
Dengan mengikuti BKL, keluarga tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat lansia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Karena keluarga yang kuat adalah kunci lahirnya generasi yang berkualitas. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, kader, dan masyarakat, diharapkan BKL dapat menjadi wadah yang efektif dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sejahtera, dan berdaya, serta berkontribusi dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Lumajang.