Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

04 Mei 2026   26 kali  
Optimalkan Deteksi Dini, Dinkes P2KB Lumajang Mantapkan Kebijakan Integrasi Layanan Diabetes Melitus
Optimalkan Deteksi Dini, Dinkes P2KB Lumajang Mantapkan Kebijakan Integrasi Layanan Diabetes Melitus

Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus, telah menjadi tantangan kesehatan global yang memerlukan penanganan serius dan terpadu. Meningkatnya prevalensi penyakit kronis di tengah masyarakat menuntut adanya pergeseran paradigma, dari sekadar pengobatan menuju penguatan aspek pencegahan dan deteksi dini. Kebijakan kesehatan yang responsif dan didukung oleh infrastruktur digital yang kuat menjadi kunci utama dalam memutus rantai komplikasi medis, guna mewujudkan masyarakat yang produktif dan memiliki kualitas hidup yang optimal.

Dalam rangka merespons dinamika tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Kebijakan Diabetes Melitus dan Tatalaksana Mendukung Cek Kesehatan Gratis pada Kamis, 16 April 2026. Bertempat di Aula Pertemuan Pamarta, Loji Café & Resto, kegiatan ini mempertemukan para tenaga kesehatan, pengelola program, serta pemangku kepentingan lintas sektor untuk menyatukan visi dalam pengendalian diabetes secara berkelanjutan.

Fokus utama dalam penguatan kebijakan ini adalah optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai garda terdepan deteksi dini faktor risiko. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengenali kondisi kesehatan mereka lebih awal, sehingga intervensi medis dapat dilakukan secara presisi sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Sejalan dengan transformasi teknologi kesehatan, pertemuan ini juga menekankan penguatan keterampilan tenaga kesehatan dalam pemanfaatan aplikasi Satu Sehat. Digitalisasi sistem pencatatan dan pelaporan ini memungkinkan pemantauan pasien secara akurat, efisien, dan berkesinambungan. Dengan data yang terintegrasi, pengambilan kebijakan kesehatan di masa depan dipastikan akan lebih tepat sasaran dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa sinergi adalah instrumen terpenting dalam menekan angka kasus diabetes.

"Kita tidak hanya bicara mengenai regulasi, tetapi bagaimana implementasi nyata di lapangan mampu menyentuh setiap lapisan masyarakat. Melalui penguatan tatalaksana berbasis Satu Sehat dan dukungan Program Cek Kesehatan Gratis, kita ingin memastikan setiap pasien diabetes di Lumajang mendapatkan layanan yang terstandar dan terpantau dengan baik. Kolaborasi lintas sektor adalah kekuatan kita untuk mengubah pola pikir masyarakat dari kuratif menuju preventif," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis bahwa melalui sinkronisasi kebijakan yang kuat dan pemanfaatan teknologi digital, angka risiko dan komplikasi akibat diabetes melitus dapat ditekan secara signifikan. Kesadaran kolektif yang terbangun antara penyedia layanan kesehatan dan masyarakat menjadi modal berharga bagi pembangunan kesehatan daerah.

Banyak Dibaca





Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 757 kali Baca...
PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 757 kali Baca...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 736 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 370 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 215 kali Baca...