Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

31 Agustus 2022   22 kali  
Optimalisasi SITB dan E-TIBI Sebagai Alat Ukur Pengendalian Kasus Tuberkulosis
Optimalisasi SITB dan E-TIBI Sebagai Alat Ukur Pengendalian Kasus Tuberkulosis

LUMAJANG – Indonesia menjadi negara dengan peringkat ke-3 dengan beban kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok.

Situasi TBC ini merupakan tantangan kolektif yang membutuhkan perhatian pada aspek sosioekonomi seperti perlindungan sosial, pengendalian kepadatan penduduk, kekurangan gizi, stigma dan diskriminasi terhadap pasien dan keluarganya, serta pencegahan dan pengendalian di fasilitas publik.

Hal ini disampaikan oleh Askap Hariyanto, A.Md. Keb, Sub Koordinator Sub Substansi Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Lumajang pada saat membuka kegiatan Pertemuan Koordinasi Manajemen Program TB bertempat di Ruang Pisang Berlin, Senin (29/8/2022).

“Dengan kondisi seperti itu, seharusnya pencatatan dan pelaporan TB di Sistem harus bebanding lurus dengan capaian program TB, agar tidak terjadi kasus underreporting cases (tidak dilaporkan)”, ujarnya.

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk menghindari hal tersebut, perlu dilakukan upaya koordinasi dan manajemen program TB untuk memanfaatkan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dan web E-TIBI (Skrining mandiri / Self Assessment gejala TBC).

Terkait Web E-TIBI, dia mengatakan bahwa hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, agar terduga TBC dapat ditemukan sebanyak mungkin dan dapat diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Self Assessment atau skrining mandiri memudahkan masyarakat untuk mengetahui kondisi mereka”, lanjutnya.

 Dia berharap, pemegang program TBC Puskesmas dan Rumah Sakit dapat senantiasa berusaha untuk meningkatkan upaya penanggulangan TBC.

“Perlu upaya keras kita bersama agar TBC dapat kita tanggulangi sehingga target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai”, tutupnya (Dinkes P2KB)

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 390 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 367 kali Baca...