Mata merupakan salah satu organ tubuh terpenting sekaligus anugerah tak ternilai yang diberikan Tuhan. Melalui mata, kita dapat menikmati keindahan dunia, berinteraksi dengan lingkungan, dan mempelajari berbagai hal baru. Secara biologis, mata berfungsi menerima cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak untuk diproses menjadi gambar. Selain itu, mata juga berperan sebagai alat komunikasi, penunjang keseimbangan, dan pendukung aktivitas sehari-hari.
Mengingat besarnya peran mata dalam kehidupan, menjaga kesehatan mata seharusnya menjadi prioritas. Sayangnya, banyak orang sering mengabaikan perawatan mata, padahal gangguan penglihatan dapat terjadi pada siapa saja, dari bayi hingga lanjut usia. Meskipun gangguan penglihatan tidak secara langsung menyebabkan kematian, dampaknya sangat signifikan terhadap produktivitas dan kualitas hidup.
Pemerintah Indonesia berkomitmen mengatasi masalah gangguan penglihatan dan pendengaran melalui upaya promotif dan preventif. Strateginya meliputi pengendalian faktor risiko, deteksi dini atau skrining, serta peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu.
Program penanggulangan gangguan penglihatan dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan, mencakup promosi kesehatan, surveilans, deteksi dini, tata laksana kasus, hingga rehabilitasi. Upaya ini ditujukan untuk mencegah kebutaan sejak dini dan memastikan intervensi yang tepat pada setiap tahap gangguan penglihatan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata antara lain:
1. Pemeriksaan mata secara berkala.
2. Menjaga pencahayaan yang optimal saat bekerja atau belajar.
3. Mengonsumsi makanan kaya vitamin A, C, E, zinc, dan lutein.
4. Menerapkan metode 20-20-20 saat bekerja di depan layar.
5. Melindungi mata dari paparan sinar UV.
6. Menghindari rokok dan asap rokok.
7. Menjaga kebersihan mata dan lensa kontak.
8. Membatasi penggunaan gadget secara berlebihan.
9. Menggunakan kacamata yang sesuai kebutuhan.
Tahun 2025, Kementerian Kesehatan menargetkan capaian skrining indera bagi penduduk usia 7 tahun ke atas sebesar 70%. Di Kabupaten Lumajang, sasaran skrining mencapai 729.387 orang. Berdasarkan data SIPPTIMEWA hingga Juni 2025, tercatat 367.685 orang (50,41%) telah menjalani skrining indera. Dari jumlah tersebut, ditemukan 291 kasus gangguan penglihatan, dengan gangguan refraksi sebagai kasus terbanyak (99 kasus). Data ini dipaparkan dalam rapat evaluasi Program PTM pada Jumat, 1 Agustus 2025 di Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang.
Menjaga kesehatan mata bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mempertahankan kualitas hidup. Dengan skrining rutin, pola hidup sehat, dan kesadaran kolektif, kita dapat mencegah gangguan penglihatan sejak dini. Mari bersama-sama membangun komitmen untuk menjaga indera penglihatan, demi masa depan yang lebih cerah dan produktif.