Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan layanan kesehatan jiwa dan NAPZA dengan mengikuti Pertemuan Evaluasi dan Koordinasi Program Kesehatan Jiwa dan NAPZA yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Selasa (10/2/2026), bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Pertemuan ini menjadi forum strategis bagi pengelola program kesehatan jiwa dan NAPZA kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk melakukan evaluasi capaian kinerja, sinkronisasi kebijakan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung layanan kesehatan jiwa yang komprehensif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, dibahas sejumlah isu penting, di antaranya penguatan sistem pelaporan melalui aplikasi SIMKESWA dan SELARAS, optimalisasi deteksi dini kesehatan jiwa dan NAPZA melalui Satu Sehat Mobile dan ASSIST, serta peningkatan mutu layanan rehabilitasi medis NAPZA (IPWL) di fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa depresi menjadi salah satu program prioritas Gubernur Jawa Timur, serta penguatan pelayanan kesehatan jiwa berbasis siklus hidup, khususnya pada kelompok usia produktif 15–59 tahun. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong pengembangan layanan SEHATI Jatim (Mental Wellness and Happiness Service Program) sebagai inovasi layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi dan mudah diakses masyarakat, termasuk remaja dan ASN.
Melalui keikutsertaan dalam pertemuan ini, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang diharapkan mampu menindaklanjuti hasil evaluasi, meningkatkan kompetensi petugas, memperkuat peran Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), serta mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa dan NAPZA yang inklusif, bermutu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung implementasi kebijakan nasional dan provinsi serta memperkuat sinergi menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara yang lebih sehat jiwa.