LUMAJANG — Menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mengadakan Pertemuan Advokasi Lintas Sektor dan Lintas Program dalam Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Indah Kusumawati, S.Si., Apt, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB, menyatakan bahwa salah satu indikator tatanan keberhasilan pembinaan PHBS adalah instansi pondok pesantren (Ponpes).
“Keberhasilan pembinaan PHBS dilakukan dengan melihat indikator PHBS di berbagai tatanan, salah satunya adalah instansi pondok pesantren, yang setiap tahunnya dilakukan pengkajian PHBS”, jelasnya saat membuka kegiataan ini di ruang pertemuan Dinkes P2KB, beberapa waktu yang lalu , Selasa (22/8/2023).
Indah menjelaskan lebih lanjut bahwa proses pengkajian PHBS dilaksanakan menggunakan panduan checklist yang disesuaikan indikator PHBS dengan hasil yang menunjukkan persentase klasifikasi I ,II III dan IV.
“Pembudayaan PHBS di Pondok Pesantren ini bersifat penting, mengingat kebersihan merupakan sebagian dari iman dan termasuk target strategis mewujudkan pesantren sehat”, ujar Indah.
Menurutnya, dengan pentingnya agenda ini, maka perlu adanya kesepakatan win-win solution bersama Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas yang menjadi koordinator upaya preventif dan promotif di wilayah Puskesmas untuk dapat mendapatkan pola penyelenggaraan PHBS secara optimal.
“Sehubungan dengan hal tersebut, kami harap seluruh peserta yang hadir pada pertemuan hari ini dapat meningkatkan pengetahuan terkait kebijakan, target, dan strategi penyelenggaraan PHBS dalam optimalisasi capaian PHBS tahun 2023,” harapnya. (Dinkes P2KB)