Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

05 Mei 2025   519 kali  
KOMITMEN PEMKAB LUMAJANG WUJUDKAN PESANTREN SEHAT, IMPLEMENTASI IKI PESAT
KOMITMEN PEMKAB LUMAJANG WUJUDKAN PESANTREN SEHAT, IMPLEMENTASI IKI PESAT

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam, memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya berpengetahuan agama, tetapi juga memiliki kualitas kesehatan yang baik. Upaya untuk menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan aman, serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan santri dan seluruh warga pesantren. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang melaksanakan rapat koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat. Acara ini dilaksanakan di Ruang Pisang Berlin Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang dengan agenda utama merancang strategi pembinaan dan pendampingan pesantren sehat di wilayah Kabupaten Lumajang (5/5).

 

Pembinaan dan pendampingan pesantren sehat ini dilakukan karena berdasarkan data Profil Promosi Kesehatan dan UKBM Puskesmas di Kabupaten Lumajang tahun 2024, tercatat terdapat 151 pondok pesantren dengan total 24.435 santri. Namun, hanya 61 pesantren yang telah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), dan dari jumlah tersebut, baru 36 pesantren yang berstrata PURI (Purnama Mandiri). Selain itu, hanya 53 pesantren yang dinyatakan Sehat (Klasifiakasi IV) menurut hasil kajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tahun yang sama. Kondisi ini menegaskan perlunya kolaborasi semua pihak untuk menciptakan pesantren sehat.

 

Upaya tersebut selaras dengan program Gubernur Jawa Timur sejak 2019, yaitu IKI PESAT (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi Pesantren Sehat Jatim). IKI PESAT merupakan pengembangan dari program SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah), yang bertujuan mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan pesantren. Melalui inisiatif ini, diharapkan setiap pesantren dapat meningkatankan kualitas kesehatan pondok pesantren melalui Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) dengan beberapa upaya seperti menghasilkan kebijakan pesantren berwawasan kesehatan, meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan secara mandiri, melaksanakan skrinin TB dan skrining kesehatan jiwa.

 

Fokus pendampingan Pesantren Sehat di Kabupaten Lumajang tahun 2025 adalah pada pesantren yang belum memiliki Poskestren. Untuk itu, terdapat lima pesantren yang akan dibina dalam rangka pembuatan Poskestren, yaitu Pondok Pesantren Mambaul Hikam 01 Rogrotrunan, Pondok Pesantren Khomsani Nur Sukodono, Pondok Pesantren Muftahul Ulum Kunir, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Randuagung, dan Pondok Pesantren Nurul Ikhsan Tunjung. Melalui pendampingan teknis dan manajerial, diharapkan kelima pesantren tersebut dapat segera memenuhi standar pelayanan kesehatan di lingkungan mereka.

 

Mengingat pentingnya sinergi, kegiatan rapat koordinasi tidak hanya dihadiri pengasuh dan pengurus pesantren, tetapi juga perwakilan Kementerian Agama, Forum Komunikasi Poskestren (FKP), PPD Puskesmas, tim kerja bidang Promosi Kesehatan, Gizi, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lingkungan, serta pengelola program Tuberkulosis (TB). 

 

Dengan semangat kebersamaan mengingat bahwa Poskestren bersifat UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Msyarakat) yang memiliki prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat, diharapkan target pesantren sehat di Lumajang dapat tercapai secara optimal.

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 747 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 745 kali Baca...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 679 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 351 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 202 kali Baca...