Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

05 Mei 2026   24 kali  
Sehat Bersama di Hari Asma Sedunia: Memastikan Tidak Ada Penderita yang Tertinggal dalam Layanan Inhaler
Sehat Bersama di Hari Asma Sedunia: Memastikan Tidak Ada Penderita yang Tertinggal dalam Layanan Inhaler

Kesehatan saluran pernapasan merupakan parameter vital dalam menentukan kualitas hidup seorang individu. Di tengah dinamika tantangan penyakit tidak menular secara global, asma tetap menjadi salah satu penyakit kronis yang paling umum ditemui, yang saat ini memengaruhi lebih dari 260 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini bertanggung jawab atas lebih dari 450.000 kematian setiap tahunnya, di mana sebagian besar dari angka kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui penanganan medis yang tepat dan tepat waktu. Serangan asma yang ditandai dengan penyempitan saluran napas akibat dan peradangan tidak hanya menimbulkan penderitaan bagi pasien, tetapi juga beban psikososial bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Memasuki Selasa minggu pertama di bulan Mei, masyarakat di seluruh dunia bersama-sama memperingati Hari Asma Sedunia 2026. Tahun ini, tema yang diangkat adalah: “Access to anti-inflammatory inhalers for everyone with asthma – still an urgent need” atau “Akses Inhaler Anti-Inflamasi bagi Semua Penderita Asma – Sebuah Kebutuhan yang Mendesak”. Tema ini menekankan pentingnya menjamin seluruh penderita asma, termasuk anak-anak usia prasekolah, mendapatkan akses terhadap inhaler guna mengontrol peradangan dan mencegah risiko kematian yang sebenarnya dapat dihindari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa edukasi mengenai penggunaan inhaler yang benar harus berjalan beriringan dengan kemudahan akses obat.

"Peringatan Hari Asma Sedunia tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa akses terhadap pengobatan inhalasi bukanlah sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi untuk menyelamatkan nyawa. Tujuan utama kita adalah memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk bernapas dengan lega dan menjalani hidup dengan produktif," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis bahwa dengan penguatan sistem rujukan dan pemanfaatan jaminan kesehatan yang optimal, risiko serangan asma berat yang berujung pada rawat inap dapat ditekan secara signifikan. Kesadaran masyarakat untuk melakukan kontrol rutin dan penggunaan obat inhalasi secara disiplin menjadi modal utama dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan tangguh.

Mari kita jadikan momentum Hari Asma Sedunia 2026 ini untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dengan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai dan program jaminan kesehatan yang inklusif, kita yakin mampu mewujudkan masa depan di mana asma tidak lagi menjadi penghalang bagi siapa pun untuk meraih kualitas hidup yang setinggi-tingginya.

Banyak Dibaca





Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 757 kali Baca...
PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 757 kali Baca...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 736 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 370 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 215 kali Baca...