Pemerintah Kabupaten Lumajang, sejak 5 tahun yang lalu telah mengembangkan pelayanan kesehatan bergerak yang dikemas dalam inovasi Dokter Muter. Program ini bertujuan mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Dokter Muter kali ini mengunjungi Dusun Persil Sukorejo (7/8), sebuah Pemukiman penduduk di Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung yang berada di kawasan perkebunan tebu milik Pabrik Gula Jatiroto.
Dusun Persil Sukorejo terletak sekitar 7 km dari Balai Desa Dawuhan Wetan. Akses menuju lokasi umumnya hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Apabila menggunakan kendaraan roda empat, perjalanan harus memutar melalui jalur Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto.
Dokter Muter kali ini melibatkan kolaborasi tim dari Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, Puskesmas Sumbersari, kader Posyandu Dusun Sukorejo, serta mahasiswa KKN dari berbagai universitas.
Pelayanan Dokter Muter antara lain pelayanan kluster 2 (pemeriksaan bayi, balita dan ibu hamil termasuk USG), pemberian obat cacing dan vitamin A, pelayanan kluster 3 (pemeriksaan pada usia dewasa dan lansia), pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan laboratorium sederhana serta penyuluhan kelompok tentang buku kesehatan ibu dan anak.
Dyah Umia Parahita, perawat penanggung jawab Desa Dawuhan Wetan, menjelaskan bahwa Dusun Sukorejo memiliki sekitar 120 kepala keluarga, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan penebang tebu. Penyakit yang paling sering dijumpai di wilayah ini antara lain hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat. Ia berharap, kehadiran Dokter Muter yang mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat mendorong warga, khususnya penderita penyakit kronis, untuk lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.