Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan obesitas masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Pola hidup kurang sehat, rendahnya konsumsi sayur dan buah, serta ketergantungan pada makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak menjadi faktor risiko yang perlu dikendalikan secara berkelanjutan melalui pendekatan promotif dan preventif.
Salah satu upaya strategis yang terus didorong adalah pemanfaatan pekarangan sehat sebagai bagian dari pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Pekarangan sehat merupakan pemanfaatan lahan di sekitar rumah untuk menanam tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, serta Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang bernilai gizi dan berkhasiat bagi kesehatan.
Melalui program pekarangan sehat, masyarakat didorong untuk meningkatkan akses terhadap bahan pangan segar, bergizi, dan aman. Ketersediaan pangan sehat di lingkungan rumah dinilai efektif dalam mendukung penerapan pola makan seimbang serta membantu pengendalian faktor risiko PTM secara mandiri dan berkelanjutan.
Petugas program Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa pekarangan sehat tidak hanya berkontribusi pada aspek gizi, tetapi juga mendukung aktivitas fisik dan kesehatan mental masyarakat.
“Pekarangan sehat menjadi sarana edukasi sekaligus praktik nyata bagi keluarga untuk membiasakan konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan instan, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui kegiatan berkebun,” ujarnya.
Selain mendukung perbaikan pola konsumsi, aktivitas berkebun di pekarangan juga memberikan manfaat berupa peningkatan gerak tubuh, pengelolaan stres, serta penguatan interaksi keluarga. Hal ini sejalan dengan upaya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai fondasi pencegahan PTM di tingkat rumah tangga.
Dengan terus dikembangkannya pekarangan sehat sebagai gerakan bersama, diharapkan masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya gaya hidup sehat. Sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyakit tidak menular di masa depan.