Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput. Desa sebagai unit terkecil pemerintahan memiliki peran strategis dalam mendeteksi dan merespons tantangan kesehatan secara cepat dan mandiri. Melalui penguatan fungsi Desa Siaga, diharapkan tercipta ekosistem lingkungan yang tidak hanya reaktif terhadap penyakit, tetapi proaktif dalam membudayakan pola hidup sehat demi tercapainya ketahanan kesehatan nasional yang dimulai dari desa.
Sebagai langkah konkret untuk memotret kemajuan dan menjamin kesinambungan program, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Validasi Desa Siaga pada Senin (13/04/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh para 25 Kepala Desa serta Ketua Desa Siaga Unggulan GERMAS tahun 2025.
Kegiatan evaluasi ini difokuskan pada penilaian indikator Desa Siaga Aktif, mulai dari ketersediaan forum kesehatan desa, hingga keaktifan peran serta masyarakat dalam pembiayaan kesehatan secara mandiri. Validasi ini menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah untuk memetakan desa-desa yang telah berhasil mengintegrasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ke dalam kebijakan pembangunan desa secara berkelanjutan.
Para peserta diskusi juga mendapatkan pendalaman mengenai praktik terbaik (best practice) dari para peraih penghargaan Desa Siaga Unggulan tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan agar semangat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader dapat terus ditingkatkan guna menurunkan angka mortalitas dan morbiditas di tingkat desa.
"Evaluasi ini bukan sekadar validasi data administratif, melainkan upaya kita bersama untuk memastikan bahwa Desa Siaga benar-benar hadir sebagai pelindung kesehatan bagi warganya. Kami mengapresiasi tinggi para Kepala Desa yang telah menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Dengan sinergi yang kuat, kita ingin memastikan bahwa setiap desa di Lumajang mampu menangani kondisi darurat kesehatan secara mandiri, cepat, dan tepat," ungkap Kabid Kesmas Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk meningkatkan strata Desa Siaga di masing-masing wilayah. Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis bahwa melalui proses evaluasi dan validasi yang transparan, akan muncul lebih banyak desa siaga unggulan baru yang mampu menginspirasi wilayah lainnya.