Menjamin kesehatan generasi masa depan merupakan investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Di tengah tantangan kesehatan global, Hepatitis B masih menjadi ancaman serius yang dapat memicu komplikasi kronis jika tidak ditangani secara presisi sejak dini. Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan eliminasi Hepatitis B sebagai prioritas pembangunan kesehatan guna melindungi ibu dan bayi dari risiko penularan infeksi.
Sebagai bentuk aksi nyata, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang melaksanakan Pengembangan Layanan Pengobatan Antivirus bagi Ibu Hamil pada tahun 2026. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi mendalam terhadap data prevalensi dan kebutuhan intervensi maternal guna memutus rantai transmisi vertikal dari ibu ke bayi yang menyumbang hingga 50% kasus infeksi kronis.
Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan tujuh fasilitas kesehatan sebagai perpanjangan tangan layanan pemberian antivirus Tenofovir Disoproxil Fumarate (TDF). Berdasarkan Surat Kepala Dinas Kesehatan Nomor 400.7.8.4/8508/427.52/2025, layanan ini kini tersedia di RSUD dr. Haryoto, RSUD Pasirian, serta lima wilayah kerja Puskesmas yang meliputi Puskesmas Pronojiwo, Pasirian, Yosowilangun, Klakah, dan Senduro.
Pengobatan TDF merupakan lini pertama yang sangat krusial, dimulai pada usia kehamilan 28 minggu untuk menurunkan beban viral load pada ibu. Intervensi ini terbukti efektif menurunkan risiko transmisi vertikal hingga 80% dan dipastikan aman bagi ibu menyusui. Guna mendukung keberhasilan program, pemerintah juga telah menyiapkan infrastruktur logistik, dokumen SOP, hingga pelatihan tatalaksana bagi 30 tenaga kesehatan melalui koordinasi SDMK Dinkes P2KB.
Meskipun tantangan pada sistem pelaporan digital masih ditemukan, capaian skrining pada tahun 2025 menunjukkan progres positif dengan lebih dari 11.000 ibu hamil telah diperiksa. Ke depannya, fokus utama diarahkan pada pencapaian target skrining 100% di seluruh Puskesmas, mencontoh keberhasilan Puskesmas Klakah dan Tunjung yang telah mencapai target maksimal.
Melalui penguatan monitoring, evaluasi, serta sosialisasi yang masif kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimis target eliminasi Hepatitis B dapat tercapai sesuai peta jalan nasional.