Dalam upaya meningkatkan kapasitas petugas kesehatan lingkungan serta memastikan kualitas air minum dan udara dalam ruang tetap memenuhi standar kesehatan, Tim Kerja Penyehatan Lingkungan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang menyelenggarakan Refreshing Sanitarian Kit sebagai Persiapan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga dan Udara Dalam Ruang.
Refreshing Sanitarian Kit dalam rangka Persiapan SKAMRT - SKUDR Tahun 2025 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sanitarian dalam menggunakan Sanitarian Kit secara efektif.
Diikuti oleh 25 Pengelola Kesehatan Lingkungan Puskesmas se-Kabupaten Lumajang, kegiatan ini terbagi menjadi 2 tahap waktu yaitu 18 Puskesmas Jumat 21 Juni 2025 dan 7 Puskesmas Selasa 8 Juli 2025.
Kegiatan yang menyampaikan materi Penggunaan Sanitarian Kit yang efektif dan efisien ini memiliki tujuan dan manfaat untuk :
1. Meningkatkan kemampuan: Meningkatkan kemampuan sanitarian dalam menggunakan Sanitarian Kit.
2. Mengupdate pengetahuan: Mengupdate pengetahuan sanitarian tentang teknik-teknik terbaru dalam penggunaan Sanitarian Kit.
3. Meningkatkan kualitas layanan: Meningkatkan kualitas layanan sanitasi dan kesehatan lingkungan.
4. Mengurangi risiko: Mengurangi risiko penyebaran penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Secara khusus dalam kegiatan ini disampaikan materi sebagai berikut :
1. Teknik pengambilan dan uji sampel air minum rumah tangga.
2. Identifikasi sumber pencemaran air dan penanganannya.
3. Parameter dan metode pengukuran kualitas udara dalam ruang.
4. Penggunaan alat ukur lapangan, seperti TDS meter, DO meter, dan alat ukur partikulat udara.
5. Strategi pelaporan dan tindak lanjut hasil surveilans.
Refreshing Sanitarian Kit guna persiapan SKAMRT dan SKUDR ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis petugas lapangan dalam melakukan pemantauan kualitas air dan udara, serta memperkuat sistem informasi lingkungan sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Dengan mengikuti training ini, sanitarian dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam menggunakan Sanitarian Kit, sehingga dapat memberikan layanan sanitasi dan kesehatan lingkungan yang lebih baik.
(Arie Risdiyanti & Dwi Nur Azizah)