Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Namun, bagi masyarakat yang menderita Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi, pelaksanaan puasa memerlukan perhatian khusus agar tetap aman dan tidak menimbulkan komplikasi.
Puasa dapat memberikan manfaat bagi tubuh apabila dilakukan dengan cara yang benar. Namun pada penderita PTM, diperlukan pengendalian yang baik agar kondisi penyakit tetap stabil selama menjalankan ibadah.
“Penderita penyakit tidak menular tetap dapat berpuasa, tetapi harus memperhatikan prinsip Cek kesehatan, Kendalikan faktor risiko, dan Konsultasi dengan tenaga kesehatan. Tiga langkah ini penting agar puasa berjalan aman tanpa memperburuk kondisi penyakit,” ujar Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berncana Kabupaten Lumajang.
Langkah pertama yang dianjurkan adalah cek kesehatan secara rutin, seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum dan selama menjalankan puasa, sehingga risiko komplikasi dapat dicegah sejak dini.
Langkah kedua adalah mengendalikan faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat. Penderita PTM dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Selain itu, kebutuhan cairan tubuh harus tetap terpenuhi dan aktivitas fisik ringan tetap dianjurkan sesuai kemampuan.
Langkah ketiga adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama terkait pengaturan obat selama berpuasa. Dokter atau petugas kesehatan dapat membantu menyesuaikan jadwal minum obat agar pengobatan tetap efektif tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.
Melalui penerapan prinsip “Cek, Kendalikan, dan Konsultasi”, diharapkan masyarakat yang menderita PTM tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan sehat. Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan P2KB terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan, sehingga ibadah Ramadan dapat dijalankan secara optimal sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.