Pemerintah Kabupaten Lumajang terus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian kanker serviks, mengingat penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada perempuan. Deteksi dini melalui metode skrining yang akurat menjadi langkah strategis untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan perempuan, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang melaksanakan kegiatan pembagian sasaran Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) pemeriksaan HPV DNA kepada bidan puskesmas (29/1).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan sarana pendukung pelaksanaan skrining kanker serviks, khususnya bagi perempuan usia subur. Distribusi BMHP dilakukan secara terkoordinasi kepada bidan penanggung jawab pelayanan kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi perempuan di masing-masing wilayah binaan.
Dalam kesempatan tersebut, para bidan juga mendapatkan arahan teknis terkait mekanisme pendistribusian sasaran pemeriksaan, sistem pencatatan dan pelaporan hasil skrining, serta penguatan mutu pelayanan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta memastikan data hasil pemeriksaan tercatat secara akurat dan terintegrasi.
“Distribusi BMHP HPV DNA ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan skrining bagi perempuan. Dengan ketersediaan sarana yang memadai, diharapkan cakupan pemeriksaan dapat meningkat sehingga kasus kanker serviks dapat terdeteksi lebih awal,” ungkap Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang.
Melalui kegiatan ini serta sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, diharapkan cakupan deteksi dini kanker serviks semakin meningkat, sehingga mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian serta mewujudkan generasi perempuan yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Lumajang.