Aktivitas fisik kini semakin dipandang sebagai kebutuhan esensial bagi setiap kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Kementerian Kesehatan RI terus mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bergerak aktif minimal 30 menit setiap hari, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. “Olahraga tidak harus berat. jalan cepat, bersepeda, atau senam ringan dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing,” jelas dr. Rini Puspitasari, ahli kesehatan masyarakat.
Aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kelompok usia:
· Anak-anak dan Remaja: Bermain di luar, bersepeda, atau mengikuti ekstrakurikuler olahraga.
· Dewasa: Lari santai, senam, berenang, atau yoga untuk menjaga kebugaran dan mengelola stres.
· Lansia: Jalan pagi, senam lansia, atau latihan peregangan ringan untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan.
Sejalan dengan hal ini, program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) terus digalakkan melalui berbagai kampanye di sekolah, kantor, dan komunitas. Tujuannya jelas, yakni membentuk masyarakat yang lebih aktif, sehat, dan produktif.
“Tubuh sehat dimulai dari kebiasaan sederhana. Luangkan waktu untuk bergerak setiap hari, karena aktivitas fisik bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental,” tambah dr. Rini.
Dengan menerapkan pola hidup aktif dan konsisten berolahraga, risiko penyakit kronis dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup di setiap tahapan usia. Mari jadikan aktivitas fisik sebagai gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, bugar, dan bahagia.