Pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat syiar agama dan pendidikan akhlak, tetapi juga menjadi ekosistem strategis dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berbudaya sehat. Sebagai lingkungan tempat berkumpulnya santri, pemeliharaan kesehatan lingkungan dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di dalam pesantren menjadi aspek fundamental yang harus dikelola secara terstruktur. Melalui pemberdayaan masyarakat pesantren secara mandiri, pondok pesantren diharapkan mampu menjadi pelopor penyehatan lingkungan yang berkontribusi nyata pada peningkatan derajat kesehatan daerah.
Menindaklanjuti urgensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) melaksanakan Orientasi Pendampingan Pesantren Sehat pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari gerakan SAJADAH (Santri Jatim Sehat dan Berkah) yang diinisiasi untuk mengoptimalkan peran Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada hari pertama, orientasi difokuskan pada pembekalan materi-materi mendasar dan taktis. Peserta yang terdiri dari unsur pengurus pondok pesantren, kader Santri Husada, Petugas Promkes, dan lintas program dari tiga puskesmas lokus, yaitu Puskesmas Kedungjajang (Ponpes Nurul Istiqomah), Puskesmas Klakah (Ponpes Miftahul Falah), dan Puskesmas Yosowilangun (Ponpes Nurus Sholah), mengikuti rangkaian kelas dengan sangat antusias.
Materi hari pertama diawali dengan pembekalan tentang Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pondok Pesantren, disusul materi Kesehatan Jiwa Remaja, serta Penerapan PHBS Pesantren. Tidak berhenti pada teori, para pengurus pesantren dan Santri Husada langsung dilatih melakukan praktik pengisian formulir Survei Mawas Diri (SMD) serta simulasi diskusi untuk memetakan masalah kesehatan internal sebelum masuk ke tahap Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang saat membuka acara dan menyerahkan media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan Pesantren menegaskan pentingnya kolaborasi ini.
"Program SAJADAH ini adalah komitmen kita bersama untuk menaikkan strata kemandirian pesantren di Lumajang. Melalui pembekalan ini, kami membekali pengurus dan adik-adik Santri Husada agar mampu mengidentifikasi masalah kesehatannya sendiri secara mandiri melalui form SMD. Pesantren sehat tidak hanya soal bebas dari penyakit, tetapi bagaimana lingkungannya bersih, sanitasinya layak, dan kesehatan jiwa para santrinya terjaga dengan baik. Peran aktif kader Santri Husada sangat kami harapkan sebagai agen perubahan di lingkungan pondok," tegas Indah Kusumawati, S.Si., Apt.