Pembangunan kesehatan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan fasilitas medis, namun sangat ditentukan oleh sejauh mana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi napas dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai indikator utama kemandirian masyarakat, PHBS mencakup transformasi perilaku yang fundamental di berbagai tatanan, mulai dari lingkup domestik hingga institusi pendidikan dan tempat kerja. Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berkomitmen melakukan evaluasi berbasis data untuk memastikan bahwa setiap kebijakan kesehatan mampu menyentuh aspek perubahan perilaku yang nyata di tengah masyarakat.
Berdasarkan hasil survei PHBS Tahun 2025, Kabupaten Lumajang menunjukkan progres yang bervariasi di empat tatanan utama, yakni Rumah Tangga, Sekolah, Tempat Kerja, dan Pondok Pesantren. Dinamika angka capaian ini menjadi basis penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah intervensi yang lebih presisi dan tepat sasaran.
Prestasi membanggakan terlihat pada PHBS Tatanan Sekolah, di mana Kabupaten Lumajang berhasil mencatatkan angka 80,65% untuk sekolah yang memenuhi strata IV. Capaian ini melampaui target daerah sebesar 75%. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya kesadaran warga sekolah, mulai dari peserta didik hingga tenaga kependidikan, dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Di sisi lain, PHBS tatanan Rumah Tangga mencatatkan angka 52,42% dari target 57%. Beberapa faktor kunci yang menjadi perhatian meliputi masih adanya perilaku merokok di dalam rumah, optimalisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta rutinitas penimbangan balita ke Posyandu. Kondisi serupa juga terlihat pada Tatanan Tempat Kerja Pemerintah (46,29% dari target 56%) dan Tatanan Pesantren (45,70% dari target 55%).
Menanggapi tantangan tersebut, Dinas Kesehatan P2KB telah menggulirkan berbagai langkah strategis, di antaranya:
· Advokasi Kebijakan: Mendorong penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Upaya Berhenti Merokok (UBM) secara masif.
· Penguatan Lapangan: Melakukan aksi sweeping balita dan pemberian edukasi gizi seimbang di pesantren.
· Fasilitasi Sanitasi: Peningkatan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan perbaikan kualitas jamban sehat.
Pemerintah Kabupaten Lumajang tetap optimis bahwa dengan penguatan edukasi yang berkelanjutan, kerjasama lintas sektor serta dukungan infrastruktur yang memadai, budaya PHBS akan semakin mengakar kuat. Melalui sinergi yang terus dipupuk antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kita optimis mampu mewujudkan Lumajang sebagai kabupaten yang mandiri secara kesehatan. Masyarakat yang sehat adalah kunci bagi produktivitas daerah dan masa depan bangsa yang lebih cemerlang.