LUMAJANG – Delegasi yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lumajang lakukan kaji banding ke TPPS Kota Surabaya, Kamis (5/10/2023), bertempat di Bappeda Kota Surabaya.
Kaji banding tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja TPPS Kabupaten Lumajang, dengan cara mengadopsi inovasi baik yang berhasil diterapkan oleh Tim TPPS Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menurunkan angka kasus stunting.
Hal ini disampaikan oleh Fauzie Mustaqiem Yos, S.E., MM, selaku staf ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kota Surabaya, saat membuka kegiatan ini.
“Berdasarkan hasil survey, angka prevalensi stunting di Kabupaten lumajang sudah cukup menurun di tahun 2022, namun masih ada masalah dalam pengelolaan data stunting ”, jelasnya.
Menurutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, TPPS Kabupaten Lumajang dapat mengadopsi strategi teknis pencapaian kinerja pengelola data TPPS Kota Surabaya.
Inovasi tersebut diantaranya dengan memasang wifi di setiap balai RW untuk kemudahan akses layanan digital, membuat aplikasi “Sayang Warga Surabaya”, dan penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK).
“Aplikasi “Sayang Warga Surabaya” ini kami gunakan untuk mengikutsertakan peran warga dalam pencatatan data stunting, dimana data dalam aplikasi ini selalu terupdate real-time setiap harinya.
Selain itu, menurutnya, upaya penguatan peran TPK dalam penyaluran bantuan maupun screening sasaran juga merupakan hal yang efektif dalam membantu penurunan stunting secara cepat.
Di akhir penjelasannya, Fauzie berharap tim TPPS Kabupaten Lumajang dapat mengembangkan inovasi-inovasi ini untuk diaplikasikan di Kabupaten Lumajang.
“Semoga dengan kaji banding ini, Kabupaten Lumajang dapat menemukan solusi terbaik dalam upaya penurunan stunting, dan dan target penurunan stunting di tahun 2024 dapat tercapai”, pungkasnya. (Dinkes P2KB)