Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

12 Mei 2026   13 kali  
Perkuat Proteksi Ibu Hamil Risiko Tinggi, Dinkes P2KB Lumajang Siapkan 100 Kader Pendamping
Perkuat Proteksi Ibu Hamil Risiko Tinggi, Dinkes P2KB Lumajang Siapkan 100 Kader Pendamping

Indikator kemajuan derajat kesehatan suatu daerah tercermin dari kemampuannya dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir. Tantangan sektor kesehatan saat ini masih berfokus pada penekanan angka kematian ibu yang linier dengan tingginya kasus kehamilan risiko tinggi (risti) serta komplikasi kebidanan. Menghadapi dinamika tersebut, intervensi tidak boleh hanya bertumpu pada tindakan kuratif di hilir, melainkan harus diperkuat melalui gerakan promotif-preventif di hulu dengan melibatkan elemen masyarakat yang paling dekat dengan lingkungan keluarga.

Sebagai wujud komitmen nyata dalam menekan angka fatalitas kematian ibu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Hall Galaxy Klapan, Lumajang.

Kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari program inovasi BUAIAN (Bunda Anak Impian). Tujuannya adalah untuk melatih 100 orang kader pendamping pilihan yang ditunjuk menjadi ujung tombak pengawalan masa kehamilan hingga fase pascapersalinan.

Para kader yang berasal dari lima puskesmas lokus, yakni Puskesmas Pasirian, Rogotrunan, Pasrujambe, Sukodono, dan Yosowilangun, hadir bersama Tim Puskesmas yang terdiri atas Bidan Koordinator, Petugas Promkes, dan Pengelola Gizi. Dalam pembekalan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik pendampingan dan metode komunikasi efektif, melainkan juga dilatih secara intensif dalam pemanfaatan ekosistem digital penunjang kesehatan. Digitalisasi ini mencakup optimalisasi aplikasi BUAIAN untuk pelaporan kondisi ibu hamil, aplikasi E-TIBI untuk skrining penyakit menular Tuberkulosis (TB), serta aplikasi E-Detik sebagai alat deteksi dini faktor risiko hipertensi pemicu komplikasi kehamilan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang saat memberikan pengarahan sekaligus membuka acara menegaskan bahwa kedekatan emosional antara kader dan masyarakat setempat adalah modal sosial terbesar daerah.

"Kader posyandu adalah sosok terdekat di masyarakat yang memahami dengan baik budaya sosial setempat, sehingga peran mereka sangat krusial dalam memberikan informasi, bimbingan, dan dukungan moral bagi ibu hamil. Melalui peningkatan kapasitas ini, kita ingin 100 kader pendamping kita tidak hanya cakap secara personal, tetapi juga terampil memanfaatkan aplikasi BUAIAN, E-TIBI, dan E-Detik. Kolaborasi terintegrasi antara bidan puskesmas dan kader pendamping adalah kunci utama kita memastikan setiap ibu hamil dengan risiko tinggi terpantau secara ketat, melahirkan dengan selamat, serta melahirkan bayi yang sehat," tegas Indah Kusumawati, S.Si., Apt.

Melalui metode pelatihan yang komprehensif, Pemerintah Kabupaten Lumajang menaruh optimisme yang sangat tinggi kepada kader pendamping. Pembekalan ini dipastikan akan meningkatkan akurasi data pemantauan serta mempercepat respons penanganan medis di tingkat puskesmas.

Dengan kokohnya kapabilitas para kader pendamping di seluruh wilayah lokus, Kabupaten Lumajang siap melangkah maju untuk memitigasi risiko komplikasi persalinan secara menyeluruh. Semangat gotong royong dan transformasi pelayanan kesehatan yang inklusif ini menjadi fondasi kokoh untuk melahirkan generasi masa depan Lumajang yang sehat, unggul, dan bebas dari ancaman stunting sejak dalam kandungan.

Banyak Dibaca

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
10 Februari 2025 1625 kali Baca...




Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 767 kali Baca...
PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 765 kali Baca...
PIRT DINKES KAB. LUMAJANG
12 Juni 2024 377 kali Baca...
Campak Mulai Merebak ?
26 Agustus 2025 227 kali Baca...